BERAU TERKINI – Menjelang musim libur Lebaran 2026 yang menyisakan waktu sekitar tiga pekan lagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau mulai memperketat kesiapan destinasi unggulan.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan wisatawan yang diprediksi akan memadati sejumlah objek wisata populer, seperti Pulau Derawan, Maratua, hingga Bidukbiduk.
Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, pihaknya secara konsisten melakukan pembinaan kepada pengelola daerah wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Mereka diminta untuk segera melaporkan segala kekurangan atau keluhan wisatawan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Mengingat volume pengunjung yang akan membludak, Disbudpar juga berencana mengeluarkan surat imbauan mandiri tanpa menunggu instruksi berjenjang dari kementerian atau provinsi.
“Tapi tidak ada salahnya kalau kami juga membuat imbauan mandiri. Karena juga untuk mempersiapkan para pengelola desa wisata mempersiapkan SOP,” ungkap Samsiah kepada Berauterkini, Kamis (26/2/2026).

Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) kini menjadi kewajiban yang harus diperlihatkan secara transparan kepada wisatawan.
Hal ini bertujuan agar pengunjung memahami batasan dan aturan di area wisata, sekaligus menjadi langkah preventif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan guna menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama, terutama untuk wisata bahari.
Dalam dua tahun terakhir, Disbudpar telah intensif memberikan pelatihan mitigasi bencana dan pertolongan pertama pada kecelakaan air.
Saat ini, wilayah Pulau Maratua dan Pulau Derawan telah didampingi oleh pemandu wisata profesional yang mengantongi sertifikasi tingkat rescue.
“Jadi mereka sudah paham bagaimana penanganan untuk kecelakaan di laut,” tegas Samsiah.
Selain faktor keselamatan, penambahan personel di lapangan menjadi syarat mutlak selama musim liburan panjang.
Pengelola tempat wisata diwajibkan menyesuaikan jumlah petugas dengan volume pengunjung yang hadir demi menjaga ketertiban.
Menurut Samsiah, jika pada hari biasa hanya membutuhkan lima orang petugas, maka saat lebaran jumlahnya harus ditambah secara proporsional.
Persoalan kebersihan lingkungan juga tak luput dari perhatian.
Disbudpar mendorong pengelola desa wisata untuk menjaga kebersihan agar tidak ada penumpukan sampah yang dapat merusak citra destinasi maupun mencemari lingkungan.
Terkait hal ini, Disbudpar bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang kini tengah menyiapkan sarana tempat sampah terpilah untuk kategori organik, non-organik, hingga plastik.
“Kalau kita lebih kepada menghimbau, kemudian nanti akan ada kerja sama antara tim DLHK dengan kampung. Kalau kami lebih ke daya tarik wisatanya, mengimbau untuk itu,” pungkasnya. (*)
