BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tengah mempersiapkan kehadiran destinasi wisata baru yang mengusung konsep agrowisata berbasis pertanian.

Destinasi yang berlokasi di Kampung Buyung-buyung, Kecamatan Tabalar, ini memanfaatkan potensi lahan persawahan yang luasnya mencapai 1.000 hektare.

Selain menjadi daya tarik wisata, pengembangan kawasan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi beras lokal.

Sebagai langkah awal, pemerintah telah membangun infrastruktur pendukung berupa jalur lintasan atau tracking di area persawahan tersebut.

“Sementara memang kita sudah bangun tracking ya, tracking untuk wisata sawah Buyung-Buyung, kita pengen Buyung-Buyung itu menjadi salah satu agrowisata,” ungkap Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir.

Agrowisata ini dirancang tidak hanya sebagai tempat melepas penat, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung.

Wisatawan nantinya dapat belajar langsung mengenai proses penanaman padi, teknik memanen, serta berbagai hal teknis lainnya yang berkaitan dengan ekosistem sawah.

Meski perencanaan telah matang, tantangan saat ini terletak pada belum aktifnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kampung Buyung-Buyung.

Menanggapi hal itu, Disbudpar Berau menjadwalkan kunjungan dalam waktu dekat untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan intensif.

“Nanti dalam waktu dekat kita juga akan berkunjung ke Buyung-Buyung untuk mensosialisasikan lagi pembinaan terhadap pokdarwis, apakah butuh restruktur atau seperti apa sehingga ini bisa berjalan,” jelasnya.

Meski belum dibuka secara resmi, pesona hamparan sawah hijau di Buyung-Buyung sudah mulai menarik perhatian masyarakat.

Beberapa pengunjung terpantau mulai berdatangan untuk sekadar berswafoto dengan latar pemandangan alam yang segar.

Hal ini menjadi indikator bahwa minat wisatawan terhadap destinasi ini cukup tinggi.

Pihak dinas mengakui, saat ini fokus utama adalah melengkapi fasilitas penunjang atau amenitas sebelum melakukan peluncuran resmi.

“Tinggal kapan nih mau kita launching. Tapi memang untuk Buyung-Buyung sendiri perlu penambahan amenitas,” tambahnya.

Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menambahkan, proyek pengembangan wisata di Kampung Buyung-Buyung memang belum sepenuhnya rampung.

Ia berharap ketersediaan anggaran tahun ini dapat mendukung penyelesaian fasilitas yang masih kurang.

Proses pembangunan fisik di lapangan masih terus dipantau agar saat diresmikan nanti, destinasi ini sudah benar-benar siap melayani pengunjung dengan standar yang baik. 

“Itu memang belum selesai. Mudah-mudahan lah kalau tahun ini ada anggaran bisa dilanjutkan,” pungkasnya. (*)