BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau berencana melakukan percepatan perbaikan serta penambahan fasilitas di sejumlah objek wisata tahun ini.
Langkah ini diambil sebagai respons atas seringnya terjadi kekurangan fasilitas umum, terutama saat jumlah wisatawan membludak di musim liburan.
Salah satu fokus utama perbaikan berada di Kecamatan Bidukbiduk.
Peningkatan fasilitas umum di wilayah ini dinilai mendesak guna menjamin kenyamanan pengunjung yang terus meningkat.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengakui, pihaknya sempat menerima keluhan langsung dari kepala kampung terkait kerusakan fasilitas, terutama toilet umum.
“Saya rasa dengan pendapatan yang ada sekarang oleh pengelola cukup besar, itu bisa untuk peningkatan toilet,” ungkap Samsiah, Selasa (14/4/2026).
Menurut Samsiah, lonjakan kunjungan yang sangat drastis saat masa liburan menyebabkan ketersediaan toilet saat ini tidak lagi mencukupi.
Mengingat toilet merupakan amenitas yang sangat vital di setiap daya tarik wisata, diperlukan penambahan unit baru yang akan didukung melalui penganggaran, baik pada APBD Perubahan maupun tahun anggaran mendatang.
“Sehingga memang perlu lagi adanya penambahan toilet. Insya Allah kalau memang didukung, ini akan dianggarkan lagi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menekankan, toilet adalah fasilitas dasar yang statusnya bukan lagi sekadar keinginan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi industri pariwisata daerah.
Disbudpar Berau telah memasukkan usulan perbaikan ini sebagai prioritas utama, khususnya untuk objek wisata Danau Labuan Cermin.
Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, strategi yang diambil kemungkinan besar bukan membangun gedung baru dari nol, melainkan merehabilitasi fasilitas lama yang kondisinya kurang terawat.
“Sudah kami usulkan, itu memang prioritas utama di APBD perubahan, yaitu Labuan Cermin. Jadi mungkin Labuan Cermin itu supaya di tengah efisiensi itu, mungkin kita enggak bangun baru,” jelas Andi.
Ia memaparkan, dalam kondisi normal, fasilitas yang tersedia sebenarnya masih memadai.
Namun, masalah muncul ketika memasuki masa high season di mana pengunjung membludak dan menyebabkan antrean panjang yang dikeluhkan wisatawan.
Persoalan serupa ternyata tidak hanya terjadi di Labuan Cermin, tetapi juga dialami oleh destinasi populer lainnya di daratan selatan.
“Itu tidak Labuan Cermin saja, sama pun demikian di Air Panas Biatan juga. Kemarin kita tambah, tapi ternyata tetap kurang juga,” kata Andi.
“Jadi ya itu mudah-mudahan lah, ada pemerintah daerah punya anggaran gitu ya,” pungkasnya. (*)

