BERAU TERKINI – Kartu kuning kedua untuk Eduardo Camavinga dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di Champions League mendapat sorotan tajam pengamat sepakbola dunia.
Keputusan Wasit UEFA Slavco Vincic dianggap tak tepat karena berujung pada pengusiran pemain dari lapangan hijau.
Kartu kuning pertama diterima Eduardo Camavinga saat melanggar Jamal Musiala pada menit 78.
Lalu mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Harry Kane pada menit ke 88.
Dalam proses pelanggaran yang terjadi, Eduardo Camavinga memegang bola dengan niatan untuk menjeda jalannya pertandingan.
Cara para pemain sepakbola profesional untuk mencegah serangan dadakan dari musuh.
Kondisi yang dianggap lumrah jika dilakukan oleh pemain bertahan.

Kritik itu disampaikan mantan wasit La Liga Alfonso Perez Burrull di Radio Marca pada program Marcador.
Perez Burrull mengatakan keputusan wasit itu tidak profesional.
Sebab Eduardo Camavinga hanya memegang bola selama tiga detik dan melemparkannya kembali di samping wasit.
“Karena keputusan itu memengaruhi jalannya pertandingan,” kata dia.
Perez Burrull mengatakan, keputusan itu berdampak serius terhadap klub.
Karena dua gol tercipta oleh Luiz Diaz dan Michael Olise, berangkat dari kartu merah untuk Eduardo Camavinga.
“Ini mendekati penyelahgunaan wewenang,” tegasnya.
Sementara mantan kapten Liverpool Steven Gerrard, menyatakan keputusan itu sangat penuh dengan kontroversi.
Sebab pemain biasanya memang mempertaruhkan kartu kuning untuk klub.
Tetapi jika pelanggaran kedua harus dihukum dan keluar dari lapangan tanpa alasan yang jelas, itu keputusan yang menyesatkan di atas lapangan hijau.
“Kebodohan dan kegilaan ini merugikan klub yang berlaga,” ucapnya.
Pernyataan itu dibantah penyerang Bayern Munchen Luiz Diaz.
Luiz Diaz menganggap keputusan wasit sudah tepat.
Sebab saat itu pemain ingin mempercepat proses dimulainya pertandingan pasca pelanggaran.
Justru Eduardo Camavinga tidak memberikan bola ke pemain Bayern Munchen.
“Padahal pada menit itu, kami terus menyerang,” kata dia.
Dari hukuman Slavco Vucinic, berujung pada kekalahan Real Madrid atas Bayern Munchen dengan agregat 6-4.
Kemenangan Bayern Munchen mengirimnya ke laga semifinal Champions League bertemu dengan Paris Saint Germain.

