BERAU TEKRINI – Striker Bayern Munchen Harry Kane ikut angkat bicara soal kontroversi kartu kuning kedua gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga.
Keputusan kontroversial itu diaggap banyak pengamat sepakbola merugikan Real Madrid karena tumbang 6-4 vs Bayern Munchen di Champions League.
Kartu kuning kedua oleh Wasit UEFA Slavco Vincic dianggap menjadi titik kekalahan Real Madrid, setelah 88 menit pertandingan berjalan dengan skor imbang secara agregat 4-4.
Setelah kartu kuning kedua untuk Eduardo Camavinga itu, di penghujung laga Real Madrid kebobolan oleh gol tunggal Luiz Diaz dan Michael Olise.
Kondisi yang banyak disoroti pengamat sepakbola karena memberikan keputusan yang berujung pada kekalahan klub.

Namun Harry Kane memiliki pandangan yang berbeda dengan para pengamat.
Menurutnya, kartu kuning kedua tersebut layak diberikan karena waktu sudah berada di penghujung laga.
Dengan dominasi permainan, seharusnya laga pasca pelanggaran dimulai lebih cepat.
“Saya pikir itu kartu merah tanpa ragu-ragu,” kata Harry Kane dalam laporan Marca.
Soal dua gol pasca pelanggaran, Harry Kane menyebut hal tersebut sudah wajar didapatkan oleh Bayern Munchen karena mendominasi laga di sisa waktu 90 menit.
“Kami pantas menang,” tegasnya.
Bila banyak pihak yang mempersoalkan gol pasca pelanggaran itu, Harry Kane membandingkannya gol Kylian Mbappe.
Sebab gol tersebut terdapat pelanggaran sebelumnya di sisi pertahanan Real Madrid, saat Konrad Laimer dilanggar oleh Antoni Rudiger.
Saat itu Konrad Laimer terkapar di lapangan.
Tapi laga terus dilanjutkan tanpa bola fair play oleh pemain Real Madrid.
“Seharusnya gol itu tidak sah karena ada pelanggaran di awal,” kata dia.

