BERAU TERKINI – Kondisi mental gelandang bertahan Real Madrid Eduardo Camavinga sangat terpuruk pasca kekalahan Real Madrid atas Bayern Munchen di Champions League.

Eduardo Camavinga menjadi sasaran kritik dari penampilannya di laga perempat final itu.

Sebab kartu kuning kedua yang diterimanya membuat Real Madrid tertekuk lutut di Allianz Arena.

Dua gol Bayern Munchen tercipta pasca kartu kuning kedua yang diterima Eduardo Camavinga.

Dalam laporan Marca, pasca Madrid kalah 6-4 semua pemain meluapkan kemarahan, rasa kecewa atas keputusan wasit.

Suasana nampak berubah menjadi kesedihan ketika skuad Real Madrid melihat Eduardo Camavinga di pojok ruang ganti.

Eduardo Camavinga menyadari dirinya menjadi penyebab rapuhnya pertahanan Real Madrid setelah meninggalkan lapangan.

“Kartu merah itu menghantamnya seperti pukulan terakhir,” tulis Marca.

Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga cedera. (x/@Camavinga)
Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga cedera. (x/@Camavinga)

Selain gagal dalam menjalankan tugasnya, Eduardo Camavinga semakin dibuat khawatir akan masa depannya di Real Madrid.

Jelang akhir musim ini memang performa Eduardo Camavinga menurun.

Sang pelatih Alvaro Arbeloa lebih memilih Thiago Pitarch dan Brahim Diaz untuk menggantikan posisinya.

Kesialan itu semakin diperparah dengan masuknya Eduardo Camavinga dalam daftar pemain yang akan dijual Real Madrid.

Namun tugas utama skuad Real Madrid mengembalikan kepercayaan diri Eduardo Camavinga.

Tak ada satu pun pemain yang menghardiknya di ruang ganti.

Seperti kebiasaan klub besar yang tak pernah larut dalam suasana duka.

Eduardo Camavinga masih memiliki waktu yang cukup untuk membuktikan dirinya layak untuk bertahan di lini tengah Real Madrid.