BERAU TERKINI – Mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Rakyat Kaltim (ARAK) berhasil masuk ke halaman kantor DPRD Kaltim yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Pagar dengan kawat berduri berhasil dibuka, setelah sebelumnya dipanjat oleh massa aksi.
Dalam situasi terkini, tak ada lagi sekat antara massa aksi dengan aparat keamanan yang berjaga.
Ratusan personel kepolisian nampak berjaga dengan pakaian lengkap khas polisi pengendalian massa.
Saat ini, dikabarkan para pimpinan dan anggota DPRD Kaltim sedang melangsungkan rapat paripurna dan rapat pimpinan untuk membahas tuntutah hak angket.
Tuntutan yang dibawa oleh massa dari ARAK dalam aksi sebelumnya pada 21 April 2026 lalu.
“Kalau tidak ada hak angket, ini akan pecah,” teriak massa aksi yang menunggu hasil rapat pimpinan di DPRD Kaltim.

Diketahui terdapat tiga tuntutan, diantaranya;
- Mengevaluasi program pemerintah
- Menyetop praktik KKN dan politik dinasti di lingkungan Pemprov Kaltim
- Mengaktifkan hak angket DPRD Kaltim untuk mengevaluasi semua program Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji
Dalam orasinya, Jendral Lapangan Aliansi Rakyat Kaltim, Fathur Rahman mendesak DPRD Kaltim untuk melakukan sidang terbuka terkait penentuan hak angket.
“Kami tidak akan bubar kalau tidak ada keputusan soal hak angket,” teriak Fathur Rahman, Jendral Lapangan ARAK dalam orasinya.
Massa menyangkan sikap dewan tersebut.
Sebab massa meminta agar proses penentuan langkah politik tersebut dibahas secara terbuka di hadapan seluruh warga Kaltim.
“Tapi kabarnya Hasanuddin Mas’ud (Ketua DPRD Kaltim) tidak mau terbuka soal itu,” katanya.
Massa pun kecewa, sebab selama dua pekan pasca aksi 21 April 2026, belum ada ketegasan terkait pelaksanaan hak angket.
Kondisi yang tentu tak diharapkan massa lantaran hak angket tersebut telah disetujui pada aksi sebelumnya oleh anggota DPRD Kaltim.
“Sampai hari ini tuntutan kita masih digantung,” kata dia.
Hingga berita ini ditayangkan, aksi tersebut masih berlangsung dan belum ditemui oleh DPRD Kaltim.
Dikabarkan bila pada hari ini para anggota dewan sedang melaksanakan rapat paripurna dan rapat pimpinan dalam membahas tuntutan massa.
