BERAU TERKINI — Kondisi cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan keluhan di tengah masyarakat.

Hal ini disebabkan suhu udara yang tercatat mencapai angka 35 derajat Celcius.

Meski suhu terasa menyengat, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengonfirmasi, saat ini wilayah Berau sebenarnya belum memasuki fase musim kemarau berkepanjangan. 

Berdasarkan data prakiraan cuaca, awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Berau diprediksi baru akan terjadi mulai dasarian kedua bulan Juni hingga dasarian pertama Agustus, yang mana jadwal ini dinilai sedikit maju dari kondisi normalnya.

“Prediksi musim kemarau untuk wilayah Berau terjadi pada Juni dasarian kedua sampai Agustus dasarian pertama atau sebagian besar maju dari normalnya,” ujar Ade kepada Berauterkini, Senin (4/5/2026).

Menariknya, meskipun musim kemarau diperkirakan tiba pada Juni mendatang, tidak semua wilayah di Kabupaten Berau akan merasakan kondisi yang sama.

Wilayah Kecamatan Segah dan Kelay secara umum dikategorikan hanya memiliki satu musim, yakni musim hujan yang berlangsung sepanjang tahun.

Kendati demikian, sebagian kecil wilayah Kelay tetap diprediksi akan mengalami periode kemarau singkat pada dasarian pertama Agustus.

“Segah dan Kelay secara umum memiliki satu musim yaitu musim hujan sepanjang tahun,” jelas Ade.

Perbedaan waktu dimulainya musim kemarau juga terlihat di berbagai kecamatan lainnya.

Wilayah Kecamatan Tabalar, Talisayan, Batu Putih, dan Bidukbiduk diperkirakan akan mulai dilanda kemarau pada dasarian kedua bulan Juni.

Sementara itu, untuk wilayah perkotaan dan sekitarnya seperti Kecamatan Gunung Tabur, Sambaliung, Pulau Derawan, Teluk Bayur, dan Tanjung Redeb, musim kemarau baru akan terasa pada dasarian kedua bulan Juli.

Untuk wilayah kepulauan dan pesisir lainnya, periode kering akan menyusul dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Sebagian Pulau Derawan, sebagian Sambaliung dan Maratua Juni dasarian ketiga,” pungkas Ade. (*)