BERAU TERKINI – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mendorong ratusan sopir dan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi, di kantor DPRD Balikpapan, Kaltim.

Balikpapan saat ini mengalami situasi tak ideal akibat kelangkaan tersebut.

Sebagai salah satu kota produsen minyak mentah, situasi Balikpapan dinilai aneh ketika tak memiliki stok BBM yang memadai.

Seperti yang terjadi di SPBU Kilometer 13 dan 18 Balikpapan.

Ratusan truk harus antre seharian untuk memenuhi kebutuhan tangki yang digunakan untuk operasional.

Situasi itu dilaporkan sudah terjadi selama tiga hari belakangan ini.

“Anggota dewan yang berada di dalam, segera keluar temua massa aksi,” teriak salah satu massa aksi yang berorasi.

Mahasiswa dan sopir melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Balikpapan. (tribun kaltim)
Mahasiswa dan sopir melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Balikpapan. (tribun kaltim)

Massa mendesak pemerintahan eksekutif dan legislatif untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh para sopir dan masyarakat Balikpapan pada umumnya saat ini.

“Kami menagih janji, persoalan ini harus selesai,” pinta massa aksi tersebut,

Kondisi yang memaksa sopir untuk tak bisa mengoperasikan kendaraannya lantaran kehabisan bahan bakar.

Saat ini, massa aksi melakukan aksi pemblokiran Jalan Jendral Sudirman yang berada di pusat kota Balikpapan.

Kendaraan yang melintas di lokasi aksi pun harus dialihkan melalui jalur alternatif yang ditunjukkan oleh personel kepolisian dari Sat Lantas Polresta Balikpapan.

Dari pantauan melalui siaran langsung Tribun Kaltim, nampak aparat kepolisian berjaga di lokasi untuk mengawal jalannya aksi.