BERAU TERKINI – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mendapatkan keluhan dari masyarakat di Pulau Maratua.

Camat Maratua, Ashari, menyebut, masyarakat setempat tidak mendapatkan Pertalite selama tiga bulan terakhir.

Kondisi tersebut menjadi persoalan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang membutuhkan kepastian ketersediaan BBM.

“Untuk Pulau Maratua, Pertalite bersubsidi sudah tiga bulan dihentikan oleh Pertamina. Kami tidak mendapat subsidi Pertalite,” kata Ashari saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Berau, Senin (12/10/2026).

Ia juga menyoroti kebutuhan solar bersubsidi bagi masyarakat, khususnya untuk menunjang aktivitas perikanan.

SPBUN yang ada di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua. (Diva/BT)
SPBUN yang ada di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua. (Diva/BT)

Menurutnya, Dinas Perikanan Berau sebelumnya telah membantu penerbitan rekomendasi bagi masyarakat agar bisa mendapatkan solar bersubsidi melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Ashari mengaku belum mengetahui secara pasti alasan penghentian penyaluran Pertalite bersubsidi, termasuk kemungkinan adanya kaitan dengan dugaan penyalahgunaan BBM.

Menanggapi keluhan tersebut, Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, menjelaskan persoalan penyaluran BBM itu terjadi pada September.

Saat ini, Pertamina tetap melakukan pengiriman BBM ke Maratua. Bahkan, pasokan sebanyak 15 ton telah dikirim dan tiba di wilayah Maratua.

“Ini saja kita sudah kirim 15 ton. Hari ini sudah sampai, kemarin juga sudah sampai,” ujarnya kepada berauterkini.

Dengan demikian, kepastian mengenai kelanjutan penyaluran Pertalite bersubsidi kepada masyarakat Maratua saat ini sudah kembali berjalan walaupun memang sempat terhenti.

“Untuk distribusi tetap berjalan, walaupun di September sempat kita stop karena sebagai teguran perihal kasus yang terjadi sebelumnya,” tutupnya. (*)