BERAU TERKINI – Menjadi pejabat publik berarti siap mendapatkan perhatian masyarakat. Setiap tindakan, kebijakan, hingga cara berkomunikasi dapat menjadi sorotan, termasuk melalui pemberitaan media.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengingatkan para pejabat agar memahami posisi tersebut dan tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi perbedaan pandangan maupun miskomunikasi dengan insan pers.
Ia mengibaratkan pejabat publik seperti akuarium yang dapat dilihat banyak orang.
Karena itu, perilaku pejabat harus senantiasa dijaga lantaran masyarakat memiliki ruang untuk menilai bagaimana amanah dijalankan.
“Sebagai anggota DPR, siapa pun itu pejabat, kita seperti akuarium yang dilihat oleh teman-teman media. Teman-teman media tentu punya kewajiban untuk memberitakan apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Sri Juniarsih, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi pejabat agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengutamakan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mendorong pejabat membangun komunikasi yang baik dengan media. Meski terkadang terdapat perbedaan pemahaman atau informasi yang tidak tersampaikan sesuai harapan, situasi tersebut perlu dihadapi dengan kesabaran.
Sri Juniarsih menilai, kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam menjalankan jabatan publik, terutama bagi pejabat politik yang berhadapan langsung dengan berbagai kepentingan dan karakter masyarakat.
Menurutnya, pejabat perlu tetap mampu bersikap profesional sekalipun sedang menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.
“Jadi pejabat harus memiliki keterbukaan terhadap kritik dan komunikasi yang sehat merupakan bagian dari tanggung jawab kepada publik. Karena, kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui sikap dalam menghadapi pengawasan,” tutupnya. (*)

