BERAU TERKINI – Persoalan sampah plastik di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, kini mendapat solusi inovatif.

PT Asian Bulk Logistics (ABL) Group bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi memulai implementasi teknologi Pirolisis PITARA Versi 2 (Pirolisis Tabung Bertingkat Versi 2) di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pulau Derawan.

Program yang berlangsung pada 20–24 Juli 2026 ini menjadi bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) ABL Group dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi dengan BRIN, Pemerintah Kabupaten Berau, dan pengelola TPS3R Pulau Derawan, teknologi PITARA dikembangkan untuk mengolah sampah plastik yang sulit didaur ulang menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Tak hanya menghadirkan teknologi, program ini juga dikembangkan sebagai Living Laboratory (Living Lab), yakni ruang pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan teknologi.

WhatsApp Image 2026 07 24 at 13.57.57

Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilatih mulai dari pengumpulan sampah plastik, pengoperasian mesin pirolisis, hingga pemanfaatan hasil produksinya.

CHRO ABL Group, Hermawan, mengatakan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Kami percaya keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi. Dukungan terhadap implementasi teknologi berbasis pirolisis merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan,” jelasnya.

“Sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui inovasi yang aplikatif. Ini merupakan bagian dari CSR Pilar Pelestarian Lingkungan ABL Group,” tambahnya.

ABL Group sendiri terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

Sehingga, sinergi dengan pemerintah dan lembaga riset menjadi langkah strategis untuk menghasilkan dampak jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Inovasi ini kami harapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Prof Dr Cuk Supriyadi Ali Nandar, menjelaskan, implementasi PITARA Versi 2 merupakan hasil pengembangan teknologi bersama BRIDA Jawa Tengah yang kini memasuki tahap hilirisasi.

Menurutnya, BRIN berkomitmen agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Implementasi PITARA Versi 2 di TPS3R Pulau Derawan menjadi contoh nyata bagaimana inovasi pengolahan sampah plastik dapat mendukung ekonomi sirkular dan menghasilkan energi alternatif.

“Sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” jelas Supriyadi.

Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menambahkan, fasilitas di Pulau Derawan diposisikan sebagai pilot project nasional.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi di wilayah kepulauan.

Ia menjelaskan, teknologi PITARA mampu mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar minyak yang setara minyak tanah.

“Harga minyak tanah di Derawan mencapai sekitar Rp20 ribu per liter. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu penyediaan energi yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus mengurangi timbunan sampah plastik,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari audiensi dengan Pemkab Berau, peluncuran implementasi PITARA, Training of Trainers (TOT) bagi pengelola TPS3R Rupiah (Rumah Pilah Sampah), hingga pendampingan teknis kepada 10 operator TPS3R Pulau Derawan.

Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.

Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang sesuai dengan karakteristik Pulau Derawan. 

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pengolahan sampah menjadi energi alternatif diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Hadirnya teknologi PITARA sekaligus melengkapi keberadaan TPS3R Rupiah yang sebelumnya telah diresmikan Pemkab Berau sebagai pusat pengelolaan sampah di Pulau Derawan.

ABL Group berharap kolaborasi bersama BRIN dan Pemkab Berau ini dapat menjadi model yang diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya wilayah kepulauan yang menghadapi persoalan serupa.

“Melalui inovasi ini, sampah plastik tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan berubah menjadi sumber energi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” pungkas Hermawan. (*/Adv)