BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan kondisi nilai tukar rupiah yang tengah anjlok saat ini dipastikan tidak memengaruhi stabilitas harga bahan pokok di Bumi Batiwakkal.

Diketahui, pergerakan nilai mata uang rupiah per hari ini, Jumat (29/5/2026), dilaporkan menyentuh angka Rp17.885 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi makroekonomi tersebut sebenarnya sangat mengkhawatirkan para pelaku ekonomi secara nasional. 

Hal itu lantaran struktur ekonomi Indonesia sekitar 70 persen tercatat masih bergantung penuh pada pasokan bahan baku impor, mulai industri kimia, tekstil, minyak dan gas, hingga industri kendaraan. 

Dengan nilai tukar rupiah yang kian hari makin melemah, harga-harga bahan baku impor tersebut secara otomatis akan naik karena seluruh transaksinya wajib menggunakan dolar AS.

Pemprov Kaltim Siapkan Regulasi, Bahan Pokok Program MBG Wajib dari Petani dan Nelayan Lokal
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis, saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD), Teluk Bayur. (Sulaiman/BT)

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan, sampai saat ini tidak ada masalah apapun terkait ketersediaan bahan pokok maupun bahan baku yang sedang ramai diperbincangkan akibat harganya yang dikhawatirkan semakin meroket. 

Menurut pantauan pemerintah, semua jenis bahan pokok bisa didapatkan dengan mudah di pasar-pasar lokal dan semuanya berada dalam kondisi yang stabil.

“Enggak, kalau di Berau enggak ada masalah. Karena semuanya kita bisa dapatkan di sini, semuanya stabil,” ungkap Sri Juniarsih kepada Berauterkini.

Ia menjelaskan, secara geografis dan jalur distribusi, Berau berada pada posisi yang sangat strategis untuk pasokan bahan pokok. 

Faktor posisi inilah yang membuat komoditas pangan di Bumi Batiwakkal tetap bertahan di level harga yang masih bisa dijangkau masyarakat.

Rentang harganya dinilai tidak begitu tinggi hingga berpotensi mencekik perekonomian masyarakat.

Namun juga tidak terlalu rendah yang bisa merugikan perputaran modal untuk diperjualbelikan kembali para pedagang kecil.

“Berau itu menengah. Jadi enggak terlalu tinggi, enggak terlalu rendah,” pungkasnya. (*)