BERAU TERKINI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kabupaten Berau. 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjelaskan, karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api tetap bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di atasnya telah padam.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan asap masih muncul, bahkan semakin tebal setelah hujan turun.

Sri Juniarsih menjelaskan, wilayah Kalimantan pada umumnya memiliki kawasan lahan gambut yang memerlukan penanganan khusus ketika terjadi kebakaran.

Api yang terlihat sudah padam di permukaan belum tentu menandakan kebakaran benar-benar berakhir.

“Walaupun apinya sudah mati di atas, tetapi di dalam belum tentu,” ujarnya.

Ia menerangkan, bara api yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut dapat memicu keluarnya asap meskipun kondisi cuaca telah diguyur hujan.

Air hujan yang masuk ke dalam tanah gambut dapat memengaruhi kondisi bara api di bawah permukaan sehingga asap masih muncul.

Hal ini menjadi penjelasan mengapa masyarakat kerap mendapati kabut asap justru semakin tebal setelah hujan turun pada malam hari.

Karena itu, Sri Juniarsih menilai kondisi tersebut perlu menjadi pembelajaran bersama, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan mematuhi aturan yang berlaku untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Jadi, saya harapkan penyampaian ini bisa menjelaskan bagaimana bencana ini terjadi. Kenapa semakin hujan malah semakin tebal asapnya? Itulah yang terjadi karena kita lahan gambut,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar warga memahami dampak kebakaran lahan gambut tidak serta-merta hilang ketika api di permukaan sudah tidak terlihat.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, Sri Juniarsih juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadapi situasi tersebut dengan tetap waspada dan berharap kondisi segera membaik.

“Kita doakan bersama-sama, mudah-mudahan ini segera berakhir,” pungkasnya. (*)