BERAU TERKINI – Rapat Dengar Pendapat antara petani sawit dengan PT BBA di Kantor DPRD Berau, Senin (25/5/2026), tak dihadiri satupun manajemen perusahaan.
Padahal, agenda rapat tersebut membahas tindak lanjut penyelesaian ganti rugi lahan sawit milik Sukardi dan sejumlah petani lainnya yang diklaim terdampak aktivitas perusahaan.
“Seharusnya ada pihak perusahaan hadir di sini. Tapi ini tak hadir satupun,” tegas Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong.
Rudi mengungkapkan, ini merupakan kali kedua PT BBA mangkir dari undangan DPRD Berau.
Sikap tersebut dinilai menunjukkan kurangnya itikad baik perusahaan dalam menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

“Undangan pertama juga tidak hadir. Undangan kali ini juga tidak hadir. Kita perlu kejelasan dari pihak perusahaan mengapa persoalan ganti rugi ini terus berlarut,” ujarnya.
Akibat absennya pihak perusahaan, rapat hanya mendengarkan keterangan dari Sukardi dan para petani yang merasa dirugikan.
Meski begitu, DPRD Berau memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada titik terang.
“Kami akan kawal ini dan akan panggil lagi pihak PT BBA. Bagaimanapun ini harus selesai,” katanya.
Sementara itu, Pipit selaku perwakilan Sukardi menjelaskan, persoalan bermula saat kebun sawit milik keluarganya digusur untuk kepentingan operasional perusahaan pada 2025.
Akibat penggusuran itu, mereka kehilangan sumber penghasilan utama selama sembilan bulan terakhir.
“Bagaimana kami mau melanjutkan hidup, sementara penghasilan kami yakni kebun sawit sudah digusur pada malam hari, dan tidak ada pemberitahuan apapun. Ini sudah sembilan bulan,” ungkapnya.
Pipit juga menuding dalam proses penggusuran tersebut, pihak perusahaan menggunakan jasa salah satu organisasi masyarakat (ormas) untuk mengamankan kegiatan, sehingga warga tidak bisa berbuat banyak.
Menurutnya, perusahaan sempat menjanjikan pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan yang terdampak, namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
“Kami ini membuka ruang terkait itu. Tapi hingga sekarang, itu tidak ada lanjutannya. Hanya janji-janji saja, kasihan orang tua kami yang kehilangan mata pencaharian,” katanya.
Ia pun menyayangkan ketidakhadiran PT BBA dalam rapat resmi DPRD Berau.
“Undangan DPRD saja tidak dihargai, apalagi kami warga kecil,” tambahnya.
Sementara itu, Humas PT BBA, Syahrial, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. (*/Adv)

