BERAU TERKINI – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau memaparkan sejumlah program penguatan UMKM, Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta peran Dekranasda untuk mendukung sektor pariwisata di Pulau Derawan dan Maratua.

Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Nooratni, menyampaikan, pariwisata tidak boleh hanya bertumpu pada keindahan destinasi.

“Pariwisata juga harus mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM, pengrajin, industri rumah tangga, dan masyarakat di sekitar kawasan wisata,” ucapnya.

Diskoperindag melalui Bidang UMKM dan Perindustrian dibantu Dekranasda berupaya memperkuat kualitas produk, kapasitas usaha, legalitas, akses pembiayaan, dan perluasan pemasaran.

Produk UMKM Berau. (DIVA/BT)
Produk UMKM Berau. (DIVA/BT)

“Prinsip utama yang ingin kami wujudkan adalah pariwisata yang tumbuh bersama UMKM lokal, sehingga meningkatnya kunjungan wisatawan juga berdampak pada meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Program pertama adalah peningkatan kapasitas pelaku IKM dan UMKM melalui pelatihan diversifikasi produk olahan pangan lokal, pemasaran digital melalui media sosial, desain kemasan dan pelabelan, pembinaan manajemen usaha, serta pelatihan kerajinan seperti batik, tenun, dan anyaman.

Program kedua yakni pendampingan legalitas dan sertifikasi, yang mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS, sertifikasi halal, hak kekayaan intelektual atau hak merek, dan perizinan edar sesuai kategori produk.

Program ketiga fasilitasi pemasaran di tingkat lokal, regional, dan nasional. Pemasaran di tingkat lokal berupa bazar dan gelar produk.

Lalu, di tingkat regional berupa promosi lintas kabupaten/kota dan provinsi. Sementara, di tingkat nasional, produk UMKM dan IKM difasilitasi mengikuti ajang seperti INACRAFT, Kriyanusa, dan APKASI Otonomi Expo.

“Diskoperindag juga mendampingi produk IKM dan UMKM agar bisa masuk jaringan ritel modern, mulai dari kurasi produk, perbaikan kualitas, kemasan, label, dan legalitas, hingga penjajakan kemitraan dengan pihak ritel,” bebernya.

Pihaknya juga mengajukan empat dukungan kepada DPRD. Pertama, penganggaran pembinaan IKM dan UMKM secara berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis pariwisata, meliputi pelatihan, sertifikasi, pengembangan produk, dan fasilitasi pemasaran. 

Kedua, penguatan sarana pemasaran produk lokal melalui gerai IKM dan UMKM atau pusat oleh-oleh yang representatif di kawasan wisata.

Ketiga, koordinasi lintas perangkat daerah, seperti Diskoperindag, Disbudpar, Dinas Perhubungan, pemerintah kecamatan dan kampung, serta pelaku industri nasional.

Keempat, kebijakan yang mendorong hotel, resor, restoran, dan penyedia jasa wisata menggunakan produk lokal.

“Kami berharap keempat hal ini bisa mendapatkan dukungan dari DPRD Berau,” tutupnya. (*)