BERAU TERKINI – Sebanyak 30 orang perwakilan massa aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) bertemu langsung dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Para perwakilan tersebut merupakan orang yang diutus oleh massa aksi untuk menyampaikan tuntutan secara langsung ke Rudy Mas’ud.
Pertemuan itu merupakan kemajuan dalam proses aksi yang digelar oleh massa AMPK sejak pukul 12.00 Wita siang tadi, di Jalan Gajah Mada depan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.
Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK), Erly Sopianyah, menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap dugaan penyimpangan yang dinilai perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Ia berharap Kejati Kaltim dapat menindaklanjuti dokumen yang telah diserahkan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Menurutnya, langkah pelaporan ini juga menjadi bentuk dorongan agar pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah semakin terbuka dan akuntabel di mata publik.

Sebelumnya, massa dari APMK mendatangi Kantor Kejati Kaltim dan melakukan serah terima dokumen laporan yang langsung diterima pihak kejaksaan.
“Publik menyoroti fenomena konsentrasi kekuasaan yang dinilai berpotensi mengurangi objektivitas kebijakan publik serta membuka ruang konflik kepentingan,” ungkap Erly di sela-sela aksi.
4 Poin Rapor Merah Pemprov Kaltim Versi APMK
Sebagai daerah strategis yang menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim seharusnya menjadi contoh pemerintahan yang modern, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan.
Namun, aliansi ini justru memberikan “rapor merah” terhadap kebijakan Pemprov setahun terakhir karena diduga melanggar poin-poin berikut:
- Sistem Merit & Profesionalitas BUMD: Kebijakan dinilai tidak objektif dan berpotensi merusak merit system.
- Efisiensi APBD: Ditemukan indikasi pemborosan anggaran daerah yang tidak tepat sasaran.
- Ancaman Program Strategis Nasional (PSN): Kebijakan daerah dinilai mengganggu stabilitas program prioritas pusat, khususnya di sektor pendidikan.
- Potensi Nepotisme: Konsentrasi kekuasaan di lingkaran tertentu yang memicu persepsi buruk di masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, proses dialog antara Rudy Mas’ud dan massa aksi dari APMK masih terus berlangsung.
