BERAU TERKINI – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bergerak senyap mengobrak-abrik salah satu sarang peredaran barang haram terbesar di Kalimantan Timur.
Kawasan Gang Langgar, Kota Samarinda, yang selama ini dikenal sebagai ‘Kampung Narkoba’, digerebek oleh tim gabungan.
Sebanyak 13 orang tersangka ditangkap dalam operasi pertama tersebut.Dari total tersebut, 11 orang merupakan anggota jaringan sindikat narkoba (termasuk bandar dan pengawas) dan 2 orang lainnya adalah pengguna atau pembeli.
Tidak hanya menyasar para pengecer di tingkat bawah, polisi juga berhasil mencokok sang pengendali utama yang tengah asyik menikmati fasilitas mewah.
Ditangkap saat Staycation di Hotel Mewah Fugo Samarinda
Target utama dalam operasi ini adalah Firnandes alias Nando. Pemuda ini ditengarai kuat menjadi sosok sentral yang mengendalikan bisnis haram di kawasan Gang Langgar.
Pelarian Nando berakhir dramatis. Ia tidak ditangkap di lorong-lorong gelap kampung narkoba, melainkan saat sedang asyik staycation bersama sang kekasih di Hotel Fugo, salah satu hotel mewah di Kota Samarinda.
“Pelaku atas nama Firnandes alias Nando ditangkap saat sedang staycation di Hotel Fugo Samarinda bersama pacarnya. Dari hasil pendalaman, yang bersangkutan diduga memiliki peran penting dalam pengendalian peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar,” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
Silsilah Jaringan: Anak Kandung Bandar Besar Berstatus DPO
Berdasarkan data kepolisian, Nando bukanlah pemain baru. Ia merupakan anak kandung dari seorang bandar narkoba kelas kakap bernama Haji Endi, yang saat ini statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bukan hanya itu, bisnis haram yang dijalankan Nando juga diduga kuat berafiliasi dengan jaringan yang dikomandoi oleh Haji Sudi—bandar besar lainnya yang kini juga tengah diburu oleh aparat kepolisian.
Operasi Senyap Perwira Menengah Bareskrim Polri
Keberhasilan membongkar dinasti narkoba di Samarinda ini merupakan buah dari operasi matang yang dipimpin langsung oleh para perwira menengah Bareskrim Polri.
Yakni Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Handik Zusen dan Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Kevin Leleury
Petugas melakukan penyisiran total di kawasan Gang Langgar yang selama ini disinyalir menjadi episentrum peredaran gelap narkotika di wilayah Kalimantan Timur, khususnya jalur Samarinda-Balikpapan.
Pengembangan Buru Jaringan Lapis Atas, Satu Penyuplai Ditangkap
Usai membekuk Nando dan mengamankan barang bukti di lapangan, polisi tidak lantas berpuas diri. Bareskrim Polri langsung melakukan pengembangan untuk memutus mata rantai pasokan dari luar daerah.
Hasilnya, petugas berhasil mengantongi nama sindikat lapis atas yang bertugas menyuplai barang haram tersebut.
Seorang pelaku lain bernama Hadi Saputra berhasil diringkus. Hadi diduga kuat merupakan sosok penyuplai utama narkoba untuk jaringan antar-kota di Kalimantan Timur.
“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi sebelumnya di Samarinda. Kami terus menelusuri jaringan di level atas yang menyuplai narkotika ke berbagai daerah di Kalimantan Timur,” pungkas Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso tegas.
