BERAU TERKINI — Meningkatnya kasus kemunculan buaya yang memasuki pemukiman warga di Kabupaten Berau kini memicu kekhawatiran publik.
Fenomena ini menjadi perhatian serius lantaran buaya, yang seharusnya berhabitat di sungai, mulai merambah area padat penduduk yang bahkan lokasinya jauh dari aliran air.
Tak jarang, interaksi negatif ini mengakibatkan luka fisik hingga mengancam nyawa warga setempat.
Merespons hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau terus bergerak cepat melakukan evakuasi.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, membenarkan, belakangan ini keberadaan predator tersebut sangat mengkhawatirkan.
Salah satunya laporan penampakan buaya di gorong-gorong sekitar kantor Dinas Pemuda dan Olahraga yang hingga kini masih dalam proses pemantauan.
“Itu juga mengkhawatirkan ya. Jadi gorong-gorong itu kan sekarang banyak yang tidak tertutup,” ungkap Rakhmadi.
Meski keberadaannya mengancam keselamatan, Rakhmadi menegaskan, buaya merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang.
Oleh karena itu, satwa tersebut tidak boleh dibunuh dan harus dikembalikan ke habitat aslinya yang jauh dari jangkauan manusia.
Setelah ditangkap, tim biasanya melepaskan kembali buaya tersebut ke kawasan perairan di antara Kampung Batu-batu dan Kampung Kasai atas rekomendasi aparat kampung setempat.
“Tentu itu jauh dari kampung ya, jauh dari pemukiman. Ya mungkin berkilo-kilo lah,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Disdamkarmat membuka peluang bagi pihak pemerintah maupun swasta yang berminat untuk membangun penangkaran resmi.
Rakhmadi menilai penangkaran adalah upaya strategis untuk menampung buaya hasil tangkapan, di mana hasil pengembangbiakannya seperti kulit buaya bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dikelola secara legal.
Selain penanganan buaya, Disdamkarmat juga aktif mengamankan jenis reptil lain seperti ular.
Rakhmadi menjelaskan, ular yang tertangkap akan diamankan di ruang khusus milik Disdamkarmat.
Pihaknya pun mempersilakan jika ada warga yang berminat memelihara ular tersebut sepanjang mengikuti prosedur keamanan yang ada.
Saat ini, terdapat sekitar tiga ekor ular yang sedang ditangkar di fasilitas Disdamkarmat dengan jaminan keamanan yang ketat.
Dalam proses pemeliharaannya, tim menggunakan mekanisme alami di mana ular-ular kecil yang tertangkap sering kali dijadikan pakan bagi ular yang ukurannya lebih besar. (*)
