BERAU TERKINI – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim, Erwin Izharuddin, akhirnya angkat bicara meredam spekulasi panas terkait isu mundurnya dukungan partainya terhadap hak angket di DPRD Kaltim.
Erwin menegaskan bahwa kabar penarikan dukungan tersebut hanyalah persepsi keliru yang berkembang di publik selama beberapa hari terakhir.
“Bukan menarik dukungan, tapi meninjau ulang dan berdiskusi. Kami ini fraksi gabungan, bukan fraksi sendiri, jadi harus dibicarakan bersama secara internal,” tegas Erwin dalam laporan Pranala.
Erwin memastikan bahwa secara prosedural, hak angket tersebut sudah berada di “meja” legislatif dan tidak bisa dihentikan secara sepihak.
Menurutnya, proses telah memenuhi syarat dukungan dan sudah masuk dalam agenda paripurna DPRD Kaltim.
“Angket itu sudah diajukan dan sudah masuk forum. Tidak bisa ditarik lagi. Minimal syarat dukungan sudah terpenuhi,” jelasnya.

Di tengah derasnya spekulasi adanya intervensi dari pihak luar, Erwin memberikan jaminan keras bahwa sikap PAN diambil secara independen.
Ia menepis isu adanya tekanan maupun kesepakatan di bawah meja terkait dinamika politik ini.
“Tidak ada intervensi, tidak ada tekanan, tidak ada deal apa pun. Saya berani sumpah soal itu,” ucap Erwin lugas.
Meski PAN merupakan bagian dari koalisi pemerintah, Erwin menekankan bahwa fungsi kontrol terhadap kebijakan publik tidak boleh mati, terutama menyangkut efisiensi anggaran daerah yang sedang menjadi sorotan.
“Kita ini partai pendukung, tapi tetap harus kritis. Dukungan itu bukan berarti semua harus diam,” tambahnya.
Di akhir, Erwin mempersilakan masyarakat untuk terus mengawal isu ini melalui jalur demokrasi yang sah.
Sembari mengingatkan agar gerakan publik tidak dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu yang ingin menunggangi situasi.
