BERAU TERKINI — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau terus menggencarkan berbagai upaya strategis demi mendongkrak Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat di Bumi Batiwakkal.

Berdasarkan data terbaru, TKM Kabupaten Berau saat ini menduduki peringkat keenam di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, membeberkan sejumlah langkah konkret agar posisi Berau dapat merangsek naik hingga ke jajaran tiga besar.

Harapan untuk mencapai posisi tiga besar dinilai sangat realistis oleh Rabiatul, mengingat jumlah penduduk Berau yang cukup besar dan potensial untuk dikelola literasinya. 

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Adrikni/BT)
Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Adrikni/BT)

Salah satu kunci utama yang ia soroti adalah perlunya peningkatan jumlah kunjungan secara signifikan. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dispusip Berau fokus memberikan pelayanan dan pembinaan langsung kepada masyarakat guna mempromosikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas yang menarik. 

Meski fasilitas saat ini dianggap sudah memadai, Rabiatul menegaskan perlunya inovasi dalam pelayanan untuk terus menarik minat publik dari berbagai kalangan.

“Tentunya kami ingin memperbaiki pelayanan yang ada di perpustakaan. Dengan yang sudah ada ini sudah bagus, sudah luar biasa, tetapi tentunya ada strategi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Dispusip rutin menyelenggarakan berbagai acara kreatif, salah satunya adalah lomba bertutur yang baru saja dilaksanakan. 

Inovasi ini akan berlanjut dengan penyelenggaraan lomba bertutur menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin untuk tingkat SMP yang dijadwalkan pada 18 Mei mendatang.

Melalui perlombaan ini, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berperan sebagai agen literasi di lingkungan masing-masing.

“Artinya bukan hanya mereka lomba bertutur, tetapi juga harus memberikan edukasi kepada guru maupun teman-temannya bagaimana pentingnya itu membaca buku,” jelas Rabiatul.

Selain ajang kompetisi, optimalisasi sarana dan prasarana juga menjadi prioritas. 

Dispusip Berau menawarkan ruangan yang nyaman, tenang, hingga fasilitas ruang bermain anak. 

Strategi menarik minat baca anak-anak dilakukan dengan pendekatan yang santai, yakni mengajak mereka datang ke perpustakaan meskipun awalnya hanya untuk bermain. 

Dengan adanya fasilitas seperti perosotan, anak-anak diharapkan merasa nyaman dan perlahan-lahan mulai terbiasa dengan lingkungan perpustakaan yang positif.

“Mereka melihat ada fasilitas seperti perosotan, mereka bermain bukan untuk membaca gitu aja dulu, masalah mereka mau membaca urusan ke sekian yang penting dia menikmati dan mengharapkan mereka ini berperilaku positif,” tuturnya.

Rabiatul juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimis Berau mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menginformasikan keragaman genre buku yang tersedia di perpustakaan agar literasi masyarakat semakin meningkat. 

Dengan sinergi yang baik, ia yakin perpustakaan akan menjadi benteng bagi masyarakat untuk melakukan hal-hal positif dan terhindar dari pengaruh negatif di luar sana. (*)