BERAU TERKINI — DPRD Berau mendorong diterapkannya sistem satu pintu bagi wisatawan yang ingin mengunjungi berbagai destinasi wisata di Bumi Batiwakkal.

Langkah ini diusulkan guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendataan jumlah wisatawan dan penarikan retribusi yang lebih terorganisir, terutama untuk wilayah tujuan populer, seperti Pulau Derawan.

Dengan adanya pintu masuk terpusat, pemerintah diharapkan dapat lebih mudah memantau arus kunjungan secara akurat.

Menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyatakan, pihaknya perlu melakukan kajian mendalam terhadap regulasi yang ada terlebih dahulu.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said.

Ia menekankan, sektor pariwisata memang harus dimaksimalkan performanya jika nantinya kebijakan satu pintu ini benar-benar diimplementasikan.

“Ya mungkin kalau misalnya retribusi ya kita akan mengupayakan itu,” ujar Said.

Menurut Said, sektor pariwisata memiliki banyak potensi yang masih bisa dikelola dan dikembangkan lebih jauh untuk mendongkrak PAD.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau yang selama ini gencar menyuarakan pariwisata sebagai sektor unggulan dengan potensi nilai ekonomi yang sangat besar bagi daerah.

Ia menganggap solusi satu pintu tersebut sangat memungkinkan untuk diwujudkan sebagai langkah konkret dalam pembenahan tata kelola wisata.

Namun, kepastian operasionalnya tetap harus bersandar pada aturan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.

“Makanya upaya-upaya kita ya seperti itu. Ya mudah-mudahan insya Allah jika regulasinya memungkinkan,” pungkasnya. (*)