BERAU TERKINI — Agenda tahunan Maratua Jazz & Dive Fiesta (MJDF) yang semula direncanakan berlangsung pada Juni mendatang secara resmi dikabarkan mengalami pengunduran jadwal.
Penundaan ini disebabkan adanya permasalahan teknis, sehingga pelaksanaannya digeser ke rentang waktu antara September hingga Oktober 2026.
Founder MJDF, Juhriansyah, menjelaskan, penetapan waktu baru tersebut sebenarnya mengembalikan jadwal pelaksanaan seperti saat pertama kali digelar pada 2015.
“Insya Allah akan kami mundurkan event tersebut, hanya hal teknis saja. Ini lagi didiskusikan soal pelaksanaan antara September-Oktober, jadwal ini sesuai dengan pelaksanaan seperti tahun 2015,” ujar Juhriansyah saat memberikan konfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Pria yang akrab disapa Rian ini menegaskan, konsep dasar MJDF bukan semata-mata sebuah konser musik jazz biasa, melainkan sebuah instrumen strategis untuk mempromosikan pariwisata Berau secara lebih luas.
Pemilihan genre musik jazz sendiri dilakukan secara sengaja karena karakteristik penontonnya yang cenderung setia dan konsisten.
Hal ini berkaca pada kesuksesan ajang besar seperti Java Jazz atau Prambanan Jazz yang mampu menyedot ratusan ribu penonton.
Baginya, MJDF adalah strategi pemasaran yang diinisiasi agar masyarakat dari luar daerah tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Berau.
“Dari aspek pariwisata itu potensi pasar, jadi sebenarnya Maratua Jazz itu hanya alat untuk bagaimana strategi pemasaran pariwisata yang kami inisiasi supaya orang bisa datang ke Berau,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian promosi sebelum acara puncak di Berau, pihak penyelenggara akan melaksanakan kegiatan Road to Maratua Jazz & Dive Fiesta di Balikpapan atau Samarinda yang diperkirakan berlangsung pada Juni-Juli mendatang.
Agenda ini dirancang sebagai wadah pertemuan bisnis (B to B) antara pelaku pariwisata lokal Berau dengan para penyedia paket wisata dari luar daerah.
Melalui pertemuan ini, diharapkan potensi wisata Berau dapat terjual secara sistematis dan terukur.
“MJDF tetap digelar dalam bentuk road to Maratua jazz and Dive Fiesta yang tujuannya untuk menarik wisatawan untuk datang ke Berau,” imbuhnya.
Selain musik, potensi dari komunitas penyelam atau diver juga menjadi fokus utama yang akan digarap lebih serius pada penyelenggaraan kali ini.
Rian memaparkan, MJDF memegang teguh lima prinsip utama atau 5C yang terdiri dari Conservation, Community, Culture, Culinary, dan Concert.
Prinsip konser sengaja diletakkan pada urutan terakhir karena empat poin lainnya merupakan pilar yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebelum hingga sesudah acara puncak berakhir.
“Kami pengen membuktikan sebenarnya Maratua Jazz itu bukan hanya konser musik sekali lagi, dia adalah alat untuk mempromosikan potensi pariwisata Berau lewat jazz dan diving,” tutup Rian. (*)
