BERAU TERKINI – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, melayangkan kritik kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud terkait kebijakan belanja pemerintah yang tak sesuai dengan prinsip efisiensi.

Di tengah efisiensi saat ini, pemerintah daerah tak diperkenankan untuk memprioritaskan belanja yang berorientasi pada kemewahan dan fasilitas pribadi.

Sebab kepala daerah dinilai bukan dari fasilitas yang digunakan, melainkan pada kinerja dan karya sebagai pemimpin daerah.

“Yang enak terakhir itu pemimpin, pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas,” kata Bima Arya, dalam laporan Kompas.

Wamendagri RI Bima Arya Sugiarto. (instagram/@bimaaryasugiarto)
Wamendagri RI Bima Arya Sugiarto. (instagram/@bimaaryasugiarto)

Oleh karenanya, Bima Arya menyarankan agar Pemprov Kaltim untuk membatalkan belanja fasilitas yang tak perlu.

Seperti kursi pijat hingga akuarium air laut yang tak menyentuh langsung pada pelayanan terhadap masyarakat Kaltim.

“Ya kalau tidak prioritas ya batalkan saja,” ucap Bima Arya.

Bima Arya meminta Rudi Mas’ud mempertimbangkan kembali penggunaan anggaran senilai RP 25 miliar itu dalam rencana anggaran belanja (RAB).

Dia menegaskan, penggunaan anggaran terkait renovasi rumah jabatan Gubernur Kaltim harus merujuk pada prinsip efisiensi.

“Semua kan bisa disesuaikan,” katanya.

“Ya kita serahkan kepada pemerintah daerah, yang kita ingin agar dikembalikan lagi kepada prinsip efisiensi,” sambungya tegas.

Lebih lanjut, Bima menegaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memberikan atensi khusus kepada polemik Gubernur Kaltim yang sedang disorot publik.

“Kaltim ini sedang kita, sedang kita, dampingi secara khusus karena banyak aduan dan juga kita mencermati opini yang ada di publik begitu ya,” kata Bima.

Kemendagri, lanjut Bima, juga terus mengingatkan agar berhati-hati dengan APBD serta mengalokasikan sesuai dengan semangat efisiensi.

“Jadi ya Kaltim ini banyak catatan dari kami. Setiap perkembangan pasti kita sikapi. Ada dari Irjen yang kami turunkan ke sana gitu ya, teman-teman dari Otda yang juga berkomunikasi mengingatkan. Ya intinya, semangat efisiensi itu harus terus dipegang,” ujarnya.

Bima mengaku pihaknya selalu mengingatkan Gubernur Rudi soal adanya prinsip efisiensi serta etika.

Dia juga mengatakan seorang pemimpin harus lebih dahulu mengutamakan masyarakat.

“Ya kita berharap ada semangat itu yang di yang disadari oleh kepala daerah termasuk oleh Pak Gubernur,” tutur Bima.