BERAU TERKINI – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim memastikan akan memberikan kejutan gerakan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 mendatang.
Aksi tersebut merupakan gelombang gerakan atas ketidakpuasan masyarakat atas kepemimpinan Gubenur Kaltim Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji.
Kamarul Azwan, Jendral Lapangan Aksi 214 Kaltim, menyatakan bila tak ada pernyataan tulus dari gubenur pasca aksi di pertengahan April lalu.
Bahkan, pasca didemo gubernur berkaraoke sebelum bertemu dengan awak media.
Sikap yang menurutnya tak pantas muncul dari seorang kepala daerah yang telah sembunyi dari tuntutan massa.
“Itulah respon alamiah dari dalam dirinya,” kata Azwan, dalam video yang diunggah Kaltim Kece.

Ihwal video permohonan maaf yang disebarkan gubernur melalui akun instagram pribadinya, dinilai tak murni karena mengakui keselahan di hadapan warga Kaltim.
Ia menduga, video tersebut muncul setelah gubernur mendapatkan tekanan dari Presiden RI Prabowo Subianto atau Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Pasti ada tekanan dari atasannya, entah Bahlil atau pak Prabowo,” ucapnya.
Video yang dirilis dua hari lalu itu juga dipastikan tak membuai massa yang belum puas dengan jawaban Rudy Mas’ud.
Ia memastikan akan kembali melakukan aksi massa dengan jumlah yang lebih besar dalam peringatan Mayday nanti.
“Hari ini kami akan konsolidasi dan akan kembali turun ke jalan,” kata dia.
Dirinya juga berpesan kepada DPRD Kaltim agar segera melaksanakan hak angket seperti yang telah ditandatangani dalam Pakta Integritas.
“Segera laksanakan sesuai aturan main yang ada di DPRD,” pesannya.

