BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau kembali menggelar Festival Museum 2026 yang berlangsung pada 13–16 April di Museum Batiwakkal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi dan literasi budaya masyarakat.

Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Berau, Nurjatiah, mengatakan, festival ini memiliki tujuan utama untuk menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mengunjungi museum.

“Festival ini kami hadirkan sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Harapannya, masyarakat tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga memahami pentingnya pelestarian sejarah dan budaya daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemilihan museum sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Museum dinilai sebagai salah satu ikon budaya daerah yang memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas lokal.

Selain itu, festival ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Berau sebagai daerah tujuan wisata berbasis sejarah dan budaya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang interaksi, edukasi, dan rekreasi yang menarik,” tambahnya.

Festival Museum sendiri telah menjadi agenda tahunan Disbudpar Berau.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan dikembangkan lebih luas, baik dari segi jenis lomba maupun peserta.

“Ke depan kami berencana menambah kategori lomba, termasuk melibatkan peserta dari kalangan dewasa dan komunitas, sehingga partisipasi masyarakat bisa semakin luas,” jelas Nurjatiah.

Dalam pelaksanaannya, festival ini menghadirkan berbagai lomba, seperti mewarnai dan tari kreasi untuk tingkat TK, baca puisi tingkat SD, hingga lomba bercerita untuk tingkat SLTP.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Disbudpar Berau berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke museum sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.

“Output yang kami harapkan tentu meningkatnya minat kunjungan ke museum, serta adanya partisipasi aktif dari pelajar, keluarga, hingga komunitas dalam kegiatan budaya. Ini penting untuk membangun rasa memiliki terhadap warisan budaya kita,” pungkasnya. (*)