BERAU TERKINI– Pemkab Berau menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder untuk membahas persoalan gangguan suplai listrik yang belakangan terjadi di wilayah Berau.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kesultanan, masyarakat, organisasi pemuda dan mahasiswa, hingga pihak PLN dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Wabup Berau, Gamalis mengatakan, rapat tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas persoalan pemadaman listrik yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
Dari hasil pertemuan tersebut, sejumlah solusi mulai dibahas, salah satunya terkait kemungkinan pemberian kompensasi bagi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik.
“Alhamdulillah, beberapa solusi kita temukan. Misalnya, adanya kompensasi terkait pemadaman terhadap masyarakat yang terdampak. Ini menjadi salah satu hal yang kita bahas bersama,” ujarnya.

Gamalis juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pihak PLN kepada masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan atau pemadaman listrik yang bersifat mendesak.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan secara cepat dan jelas mengenai penyebab pemadaman, alasan terjadinya gangguan, hingga estimasi waktu pemulihan pasokan listrik.
Dengan begitu, masyarakat tidak kebingungan dan dapat memahami kondisi yang sedang terjadi.
Ia menyebutkan, berdasarkan penjelasan PLN, gangguan suplai listrik saat ini salah satunya dipengaruhi oleh persoalan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), termasuk gangguan akibat pohon yang tumbang dan menghambat penyaluran daya ke wilayah Berau.
Pihaknya berharap hasil evaluasi dan penanganan yang dilakukan PLN dapat segera memulihkan kondisi kelistrikan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PLN, pasokan listrik ditargetkan kembali normal pada 1 atau 2 November.
“Menurut PLN, tanggal 1 atau 2 November nanti kondisi sudah bisa normal. Kita tentu berharap janji tersebut dapat terealisasi. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan suplai listrik kembali normal,” jelasnya.
Meski demikian, Gamalis memahami bahwa faktor alam terkadang dapat menimbulkan gangguan di luar perkiraan. Karena itu, koordinasi dan komunikasi antara seluruh pihak dinilai perlu terus diperkuat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Selain penanganan jangka pendek, Gamalis juga meminta PLN mulai mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi bulan suci Ramadan mendatang yang diperkirakan berlangsung pada Februari hingga Maret.

Menurutnya, kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan cenderung meningkat, sehingga kesiapan infrastruktur dan keandalan pasokan harus menjadi perhatian sejak dini.
Gamalis berharap seluruh stakeholder tetap menjaga kekompakan dan bersama-sama mengawal proses pemulihan kelistrikan di Berau.
Pemkab Berau juga berharap PLN dapat memenuhi komitmen yang telah disampaikan sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
“Kami sudah sampaikan dalam rapat agar mulai sekarang PLN benar-benar mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadan. Jangan sampai kejadian pemadaman seperti ini kembali terulang saat masyarakat menjalankan ibadah di bulan suci,” tegasnya. (Adv)

