BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menegaskan telah rutin menggelar pelatihan bagi para pemandu wisata (tour guide).

Hal itu menanggapi desakan terkait transparansi dan komitmen pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan destinasi wisata. 

Desakan tersebut mengemuka seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Maratua, terutama saat musim liburan. 

Keterbatasan pemandu wisata bersertifikasi keselamatan dirasakan makin mendesak. 

Padahal selama ini para pemandu lokal menjadi ujung tombak pelayanan wisata selam secara mandiri.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan, program pelatihan SDM pariwisata sebenarnya telah berjalan intensif sejak 2020-2025. 

Namun, cakupan pembinaan harus dibagi ke dalam 12 subsektor ekonomi kreatif, seperti pelayanan (hospitality), keamanan pangan, hingga higienitas.

“Sehingga selama ini memang selama dua tahun terakhir kita belum fokus lagi kepada masalah pelatihan yang terkait dengan keselamatan,” ungkapnya.

Guna menyikapi kebutuhan di lapangan, Yudha meminta Forum Komunikasi Pegiat Pariwisata memberikan data detail mengenai spesifikasi pelatihan yang dibutuhkan agar dapat disinkronkan dengan program dinas.

Langkah ini penting mengingat tingginya biaya sertifikasi dan pelatihan keselamatan yang berkisar antara Rp3,5-9 juta per orang, sehingga alokasi anggaran daerah perlu diprioritaskan secara cermat.

“Yang prioritas yang mana nanti coba kita rumuskan bersama. Sehingga nanti mungkin anggaran kita fokuskan untuk yang menjadi kebutuhan mendesak untuk peningkatan pariwisata,” pungkasnya. (*)