BERAU TERKINI – Suhu maksimum di Kabupaten Berau mencapai 36,3 derajat celcius pada Jumat (29/8/2026) dalam kondisi cuaca kemarau ekstrem tahun ini.

Suhu tersebut menurun sektar 1,5 derajat celcius dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 37,8 derajat celcius.

Kondisi tersebut membuat Berau masih berada dalam kategori kawasan dengan sebaran titik panas tertinggi di Kaltim, setelah Kabupaten Paser.

Berdasarkan data BMKG Kaltim, titik panas di Berau mencapai 324 titik yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Berau.

Data BMKG Kaltim
Data sebaran titik panas di Kaltim per 28 Agustus 2026. (BMKG Kaltim)

Titik panas terbanyak berada di Kecamatan Pulau Derawan sebanyak 166 titik.

Lalu Talisayan sebanyak 40 titik dan Gunung tabur 34 titik.

Kemudian sebaran titik panas di Kecamatan Segah menjadi 17 titik, berkurang dari beberapa hari sebelumnya.

Dilanjutkan dengan titik panas di Sambaliung sebanyak 14 titik dan Kelay 13.

Lalu di Tabalar 11 titik, Biatan 9 titik, Bidukbiduk 9 titik, Teluk Bayur 8 titik dan Batu Putih 3 titik.

Dari sebaran itu, hampir di semua wilayah terdapat zona merah.

Zona merah tersebut diartikan sebagai kawasan yang sangat rawan tersulut kebarakan hutan dan lahan.

Sisanya berada dalam zona kuning, dengan potensi bahaya karhutla yang sama.

Sebab di setiap zona merah terdapat daun kering di lantai hutan alias tanah yang dapat menjadi penyulut sebaran api.

Rekap cuaca Berau Hari ini
Kondisi cuaca di Berau per hari ini, Sabtu (29/8/2026). (BMKG Stamet Kalimarau)

Hingga saat ini pun masih terdapat banyak titik yang mengalami kebakaran dan mendapatkan penananganan dari tim gabungan.

Dari rilis kondisi cuaca terkini di Kabupaten Berau, Stasiun Metereologi Kelas II Kalimarau mengimbau kepada setiap lapisan masyarakat hingga perusahaan untuk tidak melakukan pembakaran hutan.

Sebab, akan sangat berpotensi memperparah bencana kebakaran hutan dan lahan yang saat ini diperangi oleh tim bentukan pemerintah.

Kondisi cuaca ini pun memperpanjang masa hari tanpa hujan (HTH) di Kabupaten Berau.

Berdasarkan catatan Stamet Kelas II Kalimarau, selama 28 hari di Berau tanpa guyuran hujan yang intens.

Dalam situasi ini, pemerintah dengan menggandeng BNPB dan BMKG Stamet Kalimarau telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Hanya saja pada hari kelima, hasil dari program tersebut belum menunjukkan hasil maksimal.

Diketahui operasi tersebut telah berlangsung sejak 24 Agustus lalu, namun hingga 28 Agustus kemarin, hujan belum berhasil turun di Berau.