BERAU TERKINI – Laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tengah mengalami perlambatan yang cukup signifikan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, membeberkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei lalu yang menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi baru menyentuh 3 persen, merosot dibanding capaian tahun lalu yang mampu melampaui 5 persen.

Seno menjelaskan, selama ini indikator kemajuan ekonomi Benua Etam selalu bertumpu pada sektor ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA).

Ketika industri keruk tersebut fluktuatif, maka grafik perekonomian daerah ikut terdampak secara langsung.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif adalah bagian penting dari pembangunan daerah kita. Kita melihat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur melalui sumber daya alamnya yang sangat luar biasa saat ini turun drastis,” ungkap Seno.

Menyikapi penurunan tersebut, Seno menegaskan pentingnya intervensi bersama melalui penguatan sektor ekonomi kerakyatan dan industri kreatif. 

Lini usaha berbasis komunitas, seperti pedagang kuliner dan kerajinan lokal, dinilai memiliki ketahanan yang jauh lebih stabil di tengah badai resesi jika dibandingkan dengan industri pertambangan.

“Karena ini akan menarik wisatawan hadir di Berau, hadir di kabupaten kota,” jelasnya.

Seno menyaksikan langsung tingginya intensitas pergerakan wisatawan mancanegara yang keluar masuk wilayah Berau. 

Sinyal positif dari sektor pariwisata ini harus ditangkap oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha sebagai momentum kebangkitan ekonomi.

Guna memaksimalkan potensi tersebut, Seno secara khusus meminta DPRD Berau untuk ikut andil merumuskan kebijakan yang mendukung perluasan promosi destinasi wisata unggulan Bumi Batiwakkal. 

Keindahan bawah laut berkelas dunia, seperti di Pulau Maratua hingga Pulau Derawan, harus dikemas secara masif agar jangkauan pasarnya semakin mendunia.

“Tidak hanya di Indonesia, kita akan memperkenalkan Berau ini sebagai etalase pariwisata Kalimantan Timur di dunia,” pungkasnya. (*)