BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas hingga menembus pasar internasional.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, usai kegiatan presentasi platform global Alibaba.com yang digelar bersama mitra lokal.
Menurut Eva, kehadiran platform digital seperti Alibaba.com membuka peluang besar bagi UMKM Berau untuk memperluas pasar.
Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala utama pelaku usaha daerah dalam menjangkau pembeli internasional.

“Dengan digitalisasi, UMKM Berau tidak lagi hanya bergantung pada pasar lokal. Mereka bisa langsung terhubung dengan pasar global. Ini peluang strategis yang harus dimanfaatkan,” ujarnya kepada Berauterkini, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Berau melalui Diskoperindag dengan Muhammadiyah melalui Koperasi Sinar Agro UM Berau.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pengembangan UMKM berbasis ekspor.
Eva mengungkapkan, pihaknya telah menyusun roadmap pengembangan UMKM ekspor.
Program yang dijalankan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan ekspor dan digital marketing, kurasi produk agar memenuhi standar internasional, hingga fasilitasi legalitas dan sertifikasi usaha.
“Selain itu, kami juga mendorong digitalisasi pemasaran melalui platform global. Ke depan, roadmap ini akan diperkuat dengan integrasi lintas sektor dan kemitraan strategis,” jelasnya.
Terkait kesiapan ekosistem ekspor, Eva mengakui masih dalam tahap penguatan.
Meski beberapa pelaku UMKM sudah mulai melakukan ekspor, jumlahnya masih terbatas.
Tantangan utama yang dihadapi antara lain standarisasi produk, kontinuitas produksi, serta aspek logistik.
Namun, ia optimistis fondasi ekosistem ekspor di Berau terus berkembang yang ditopang kesiapan pelaku usaha, dukungan pemerintah daerah, serta kemitraan dengan berbagai pihak.
Adapun sejumlah produk unggulan Berau yang dinilai memiliki potensi ekspor antara lain produk olahan perkebunan, hasil perikanan dan olahan laut, kerajinan berbasis kearifan lokal, serta makanan khas daerah.
Dalam mendukung UMKM masuk ke platform Alibaba.com, Diskoperindag bersama mitra memberikan berbagai pendampingan.
Mulai dari pelatihan onboarding, penyusunan katalog digital, hingga bimbingan terkait penentuan harga, logistik, dan sistem pembayaran internasional.
“Kami juga melakukan kurasi dan evaluasi kesiapan UMKM sebelum masuk ke platform. Tujuannya agar mereka benar-benar siap bersaing di pasar global,” tambahnya.
Ke depan, Diskoperindag Berau juga mendorong kerja sama lanjutan dengan Alibaba.com melalui program inkubasi UMKM ekspor berbasis digital, pendampingan berkelanjutan dengan mitra resmi, hingga fasilitasi promosi produk di marketplace internasional.
Eva berharap, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Berau, pelaku usaha, dan mitra global dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekspor daerah.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis UMKM Berau bisa naik kelas dan menjadi pemain di pasar internasional,” pungkasnya. (*/Adv)

