TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau dinilai pilih kasih dalam memberikan program pelatihan khusus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini lantaran UMKM di pesisir Berau merasa belum mendapatkan program pelatihan ini.

“Kalaupun ada itu jarang dan biasanya di kecamatan saja. Kami di pesisir dan di pulau juga mau agar produk UMKM kami bisa lebih premium, bahkan sampai bisa dipasarkan di ritel dan minimarket,” kata salah seorang pelaku UMKM di Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan, program pelatihan UMKM sebenarnya digelar merata. Namun, karena anggaran yang masih terbatas, maka pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

“Semua kecamatan dan kampung kami adakan pelatihan itu. Tapi diharapkan UMKM bisa bersabar karena dilakukannya secara bergantian. Anggaran kami terbatas, jadi tidak bisa langsung berbarengan,” ungkap Eva beberapa waktu lalu.

Eva mengungkapkan, program pelatihan pun tak hanya dari kabupaten, namun juga dari provinsi. Sehingga, ketika UMKM tidak bisa mengikuti pelatihan dari Diskoperindag Berau, maka masih ada kesempatan mengikuti pelatihan yang digelar oleh provinsi.

Beberapa pelatihan yang rutin dilaksanakan oleh Diskoperindag Berau yakni pelatihan kewirausahaan, digital marketing, peningkatan kualitas produk dan pelatihan manajerial.

Selain itu, pelatihan berkelanjutan terkait perkembangan pasar, termasuk tren konsumen, juga terus diberikan.

“Kalau misalnya ada UMKM yang merasa belum mendapatkan pelatihan, maka silakan mengajukan ke Diskoperindag. Karena kami juga tidak mungkin bisa mengupdate data UMKM tanpa adanya laporan. Nanti akan kami bagi sesi pelatihannya, sehingga semuanya bisa kebagian,” tutupnya. (Adv/Aya)