BERAU TERKINI — Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau bersiap menghadirkan bazar UMKM sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Scout Run 2026.
Kegiatan olahraga yang digagas Kwarcab Gerakan Pramuka Berau ini rencananya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Berau pada Minggu (3/5/2026) mendatang.
Ajang ini diprediksi akan menyedot perhatian besar karena melibatkan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Kondisi tersebut dipandang sebagai peluang strategis bagi para pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka ke kancah nasional.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Hasyim, mengonfirmasi, pihaknya kini telah membuka pendaftaran tenda bazar bagi pelaku UMKM maupun Industri Kecil Menengah (IKM) yang ingin berpartisipasi.
“Momentum ini sangat baik bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan pemasaran, karena kegiatan ini akan menghadirkan banyak peserta dari luar daerah,” ujar Hasyim.
Proses pendaftaran tenda bazar telah resmi dibuka sejak 12 April 2026.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat dan terbatasnya kuota yang disediakan, Diskoperindag mengimbau para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan diri agar tidak kehabisan tempat strategis di area kegiatan.
Selain berfungsi sebagai sarana promosi langsung, bazar ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah ingin produk-produk khas Berau semakin dikenal luas oleh para pendatang, baik dari segi kualitas maupun nilai seninya.
“Kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, baik dari segi kualitas produk maupun pelayanan kepada pengunjung,” tambah Hasyim.
Diskoperindag Berau juga meminta para calon peserta bazar untuk tetap proaktif memantau perkembangan informasi terbaru.
Segala teknis pelaksanaan akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi yang telah disediakan dinas terkait.
Dengan kehadiran bazar ini, diharapkan gelaran Scout Run 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga dan kepramukaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Berau.
Kolaborasi antara kegiatan fisik dan pemberdayaan usaha lokal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata dan ekonomi yang lebih kuat di Bumi Batiwakkal. (*/Adv)

