BERAU TERKINI – Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit dinilai perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain. 

Salah satunya pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Potensi wisata berbasis sumber daya alam (SDA) di Bumi Batiwakkal pun dinilai mampu menjadi penopang ekonomi baru sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, ingin Pemerintah Kabupaten Berau yang terus memaksimalkan sektor pariwisata sejak 2023 melalui berbagai kerja sama strategis, termasuk kolaborasi dengan pihak di Bali beberapa waktu lalu.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif dalam memperkenalkan potensi wisata Berau ke tingkat yang lebih luas, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat kampung.

“Saya mengapresiasi dan mendukung upaya yang telah dilakukan Pemkab Berau selama ini untuk meningkatkan potensi yang dimiliki 100 kampung,” ujarnya, Selasa (12/5/2026). 

Elita menilai, setiap kampung di Berau memiliki potensi unggulan yang bisa dikembangkan.

Tidak hanya wisata alam, tetapi juga sektor budaya, ekonomi kreatif hingga produk lokal masyarakat.

Ia menyebut, pengembangan potensi kampung perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar mampu menarik wisatawan serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Namun, Elita menegaskan pengembangan sektor pariwisata tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan anggaran yang memadai.

Menurutnya, alokasi anggaran menjadi faktor penting agar organisasi perangkat daerah terkait memiliki ruang gerak lebih luas untuk menciptakan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan destinasi wisata.

“Dukungan anggaran tidak kalah penting untuk pengembangan potensi pariwisata di Berau,” katanya.

Terpenting, anggaran yang dikucurkan benar-benar untuk pengembangan pariwisata.

“Jangan membuang anggaran tanpa hasil nyata,” pungkasnya. (*/Adv)