BERAU TERKINI – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan gas LPG 3 kilogram diganti dengan CNG.
Kementerian ESDM sedang menghitung langkah-langkah penghematan impor energi.
Salah satu yang menjadi perhitungan adalah impor energi di sektor gas alam.
Diketahui impor gas alam Indonesia cukup tinggi, gas alam itu merupakan bahan baku untuk produk gas elpiji atau gas melon yang biasa digunakan oleh masyarakat.
Dilansir laporan Beritasatu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan agar gas LPG 3 kilogram bisa diganti dengan gas compressed natural gas atau CNG.

Dengen penggunaan CNG untuk kebutuhan masyarakat Indonesia, diharapkan impor energi gas alam atau LPG bisa ditekan.
“CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya,” ujar Bahlil Lahadalia dikutip laporan Beritasatu.
“CNG ini diharapkan menjadi salah satu alternatif substitusi impor LPG kita yang besar,” jelasnya.
Menurut Bahlil Lahadalia, gas CNG sudah mulai digunakan di Indonesia khususnya untuk kebutuhan industri.
Kini Kementerian ESDM sedang mengkaji dan mendesain gas CNG untuk ukuran 3 kilogram.
“Tapi masyarakat kan tidak mungkin menggunakan yang berat-berat seperti 20 kilogram,” ujarnya.
“Ini yang sedang kita godok, dan sudah kita kerjakan sejak setahun lalu,” jelasnya.
