BERAU TERKINI – Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau yang berlangsung sejak Senin lalu akan memasuki hari kelima atau hari terakhir pada Jumat (28/8/2026). 

Meski demikian, kepastian mengenai perpanjangan masa operasi tersebut hingga kini masih belum ditentukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan, pihak pemantau masih terus mengevaluasi dampak guyuran hujan hasil penyemaian garam di beberapa lokasi.

“Belum tahu ini kita, besok hari terakhir. Kita juga masih lihat dulu, sudah ada beberapa kali hujan,” ujar Masyhadi kepada Berauterkini, Kamis (27/8/2026).

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi. (Adrikni/BT)
Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi. (Adrikni/BT)

Masyhadi menjelaskan, selama empat hari operasi, penaburan garam berhasil memicu hujan di sejumlah kawasan rawan, seperti Kecamatan Segah, Kelay, Sambaliung, Kampung Pegat Batumbuk di Kecamatan Pulau Derawan, hingga wilayah utara Kecamatan Gunung Tabur.

Meski seluruh proses teknis berjalan lancar tanpa kendala, keberhasilan penaburan garam sangat bergantung pada keberadaan awan potensial di udara.

“Tergantung alam juga sebenarnya karena enggak sembarang menaburi, harus ada awan yang ditaburi. Nah itu yang dipantau setiap saat oleh tim ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, respons hujan biasanya terjadi cukup singkat, yakni sekitar 20 menit hingga 2 jam pascapenaburan. 

Namun, arah jatuhnya air hujan tetap sulit diprediksi secara presisi akibat faktor pergerakan angin.

“Tapi kita tidak bisa juga menentukan apakah ditaburi di sini akan jatuh di sini karena awan terbawa angin juga,” tutupnya. (*)