BERAU TERKINI — Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau mulai menunjukkan tren penurunan.
Setelah kurang lebih sebulan terakhir langit Berau tertutup kabut asap tebal hingga cahaya matahari terhalang, kini cuaca berangsur cerah dan terik matahari kembali terasa.
Kendati demikian, potensi kebakaran di sejumlah titik masih tetap ada.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mencatat, wilayah kerja Pos Kampung Labanan di Kecamatan Teluk Bayur menjadi titik yang paling sering dan mendominasi penanganan pemadaman di lapangan hingga saat ini.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan, meski rekapitulasi data secara keseluruhan dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, aktivitas pemadaman oleh personel pemadam kebakaran masih berlangsung setiap harinya.

“Sudah mulai menurun, namun setiap hari masih ada saja pemadaman. Kalau yang ditangani oleh Disdamkar terbanyak masih yang ditangani oleh Pos Labanan,” ungkap Rakhmadi kepada Berauterkini, Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan pemantauan di lapangan, indikasi utama pemicu terjadinya karhutla di wilayah penanganan Disdamkarmat masih didominasi oleh faktor kesengajaan manusia.
Sejumlah oknum kerap memanfaatkan pembakaran lahan secara ilegal untuk kepentingan pribadi dalam pembukaan lahan, yang pada akhirnya berimbas buruk pada penurunan kualitas udara serta kerusakan lingkungan sekitar.
“Kalau secara keseluruhan kami tidak punya data update-nya, datanya terkumpul di BPBD. Indikasinya ya ulah manusia,” pungkasnya. (*)
