BERAU TERKINI – Setelah berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kaltim, Karang Paci, massa aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim mengepung kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.
Peserta aksi bertolak dari Islamic Centre setelah istrirahat salat dan makan siang.
Lalu, berjalan kaki lebih dari 1,5 kilometer menuju kantor Gubernur Kaltim.
Massa kembali membawa tuntutan agar Pemprov Kaltim untuk bekomitmen untuk membenahi sistem pemerintah yang dipenuhi dengan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Selain itu dari pantauan juga kantor Gubernur Kaltim sudah dilapisi kawat berduri sampai rumah dinas.
Di depannya terpasang spanduk dengan tulisan: “Selamat datang di Rumah Etam, gedung ini milik anda, milik kita semua. Mari kita bicara sebagai saudara”. Sampai pukul 14.37 Wita massa aksi masih terus berdatangan ke kantor Gubernur Kaltim.

Salah satu orator, Ririn, dari Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi Untag Samarinda, memekikkan semangat massa dalam momentum peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 hari ini.
Ririn meminta agar massa tak bertindak anarkis, dengan mematuhi perintah dan arahan jendral lapangan selama aksi berlangsung.
“Kami jengah dengan dipimpin oleh gubernur yang boros,” tegas Ririn.
Hingga berita ini ditayangkan, massa masih melakukan orasi politik di atas mobil komando dengang pengeras suara.
Pun nampak aparat keamanan melakukan penjagaan di depan pintu masuk kantor Gubernur Kaltim.
Berikut tiga tuntutan massa aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim;
- Mengevaluasi program pemerintah
- Menyetop praktik KKN dan politik dinasti di lingkungan Pemprov Kaltim
- Mengaktifkan hak angket DPRD Kaltim untuk mengevaluasi semua program Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji

