BERAU TERKINI – Krisis air bersih kembali melanda warga RT 7 Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, seiring masuknya musim kemarau. 

Belum tersambungnya jaringan pipa Perumda Batiwakkal serta kondisi sungai yang tercemar memaksa warga bergantung pada bantuan pasokan air tangki hingga merogoh kocek untuk membeli air eceran.

Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizhali, mengonfirmasi, krisis air di wilayahnya memicu kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan harian. 

Selain tak ada akses pipa PDAM, aliran sungai di wilayah sekitar juga tidak layak dikonsumsi.

“Di sana memang kalau kita katakan kesusahan air bersih ya pasti karena dia tidak tersalurkan pipa (PDAM),” ungkap Rizhali kepada Berauterkini, Jumat (14/8/2026).

Warga RT 7 Gunung Tabur dapat bantuan air bersih dari Satlantas Polres Berau. (IST)
Warga RT 7 Gunung Tabur dapat bantuan air bersih dari Satlantas Polres Berau. (IST)

Rizhali menjelaskan, fenomena kekurangan air bersih ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah menjadi agenda tahunan setiap kali musim kemarau tiba. 

Saat musim hujan, warga masih bisa mengandalkan penampungan air hujan dan aliran sungai. 

Namun saat kemarau, debit air sungai menyusut drastis hingga mengering.

“Ini mulai musim kemarau, beberapa tahun lalu juga gitu. Artinya di musim-musim hujan ya masih terbantu lah,” ujarnya.

Dari seluruh kawasan Kelurahan Gunung Tabur, dampak krisis air bersih terparah berpusat di RT 7. 

Sebab, RT 9 masih berdekatan dengan Sungai Birang, sementara sebagian wilayah RT 10 yang berada di pinggir Jalan Bulungan sudah terjangkau jaringan pipa PDAM.

“Yang terdampak itu memang RT 7 saja kurang lebih,” singkatnya.

Untuk meringankan beban warga, pihak kelurahan telah berkoordinasi meminta bantuan pasokan air bersih ke Perumda Batiwakkal, serta menerima bantuan pendistribusian air tangki dari Sat Lantas Polres Berau dan Danramil setempat.

Sembari menunggu penanganan permanen, warga terpaksa terus membeli air dari para pedagang keliling demi bertahan di tengah kemarau.

“Selama ini mau tidak mau ya harus beli. Tapi kalau umpamanya sungai itu kadang kalau debitnya bagus airnya ya bisa dimanfaatkan,” tutup Rizhali. (*)