BERAU TERKINI – Bobby Rasyidin diminta mundur dari posisi Dirut KAI sebagai pertanggungjawaban insiden kecelakaan KRL.
Sebuah tragedi terjadi di Bekasi saat kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam lalu.
Akibat kecelakaan itu korban jiwa yang ditimbulkan mencapai 15 orang dan puluhan orang lainnya luka-luka.
Publik pun menyoroti prosedur keselamatan yang dimiliki oleh KAI.
Bahkan anggota DPR RI menuntut agar Bobby Rasyidin mundur dari posisi Dirut KAI.

Menurut Anggota DPR RI Firnando Ganinduto, pengunduran diri Dirut KAI merupakan bentuk pertanggungjawaban atas insiden maut itu.
“Ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional,” kata Firnando Ganinduto dikutip dari laporan RMOL.id
“Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak dirut KAI untuk mengundurkan diri,” tambahnya.
Sementara itu Dirut KAI Bobby Rasyidin berjanji akan melakukan evaluasi terhadap manajemen keselamatan di KAI.
Dirinya juga menanggapi soal keberadaan gerbong wanita yang diusulkan dipindah tak lagi di ujung tiap rangkaian KRL.
Menurutnya, keselamatan penumpang merupakan prioritas perusahaan tanpa memandang gender tertentu.
“Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami,” kata Bobby Rasyidin.
Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa dari PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun gendernya perempuan,” tambahnya.
