BERAU TERKINI — Pihak kepolisian merilis kronologi lengkap musibah kebakaran di Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding, Sabtu (25/4/2026) pagi.
Kebakaran yang terjadi pukul 09.30 WITA ini menghanguskan ruko, bengkel, kosan, hingga warung makan.
Kapolsek Teluk Bayur, AKP Budi Witikno, membeberkan detail awal mula api berdasarkan keterangan para saksi kunci.
Saksi pertama, Desti Lisiana, awalnya sedang melayani pembeli di toko sembako miliknya.
Tiba-tiba, ia mendengar suara ledakan keras yang berasal dari kamar saksi kedua, Riky Pratama.
Desti sempat mengira suara itu hanya candaan Riky yang menendang dinding kamar.
Namun, Riky yang berada di kamar mandi justru berteriak balik karena terkejut mendengar suara tersebut.
“Desti melihat stop kontak yang telah terbakar dan mengeluarkan api,” jelas Budi.
Melihat api, Desti berusaha mematikan sumber bahaya dengan mencabut kabel dari stop kontak.
Namun, ledakan kedua justru terjadi saat ia mencoba mendekati kabel tersebut.
Api langsung berkobar besar dan menjalar dengan sangat cepat ke seluruh bagian kamar.
Desti pun segera berteriak meminta Riky keluar karena situasi sudah sangat membahayakan nyawa.
Keduanya segera lari keluar bangunan untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang mengamuk.
Mereka berteriak meminta bantuan warga sekitar karena merasa khawatir api akan menyambar pom mini di depan warung.
Warga kemudian bahu-membahu membantu menyelamatkan barang serta menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat.
“Tidak lama petugas tiba di TKP kebakaran dan dilaksanakan pemadaman api,” ungkap Budi.
Petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 WITA untuk melakukan pemadaman secara total.
Sebanyak sembilan unit armada dikerahkan karena api sudah merembet ke enam bangunan di sekitarnya.
Konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api sulit dikendalikan dan menyebabkan kerusakan sangat berat.
Proses pemadaman berlangsung intensif dan api baru benar-benar padam sekitar pukul 10.30 WITA.
Berdasarkan rincian petugas, area yang hangus terbakar mencapai luas sekitar 20×25 meter persegi.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai angka Rp900 juta.
Polsek Teluk Bayur masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek yang terjadi pada stop kontak di kamar kos.
Saat kejadian, seluruh ruko dan bengkel diketahui memang sedang beroperasi dan memiliki penghuni di dalamnya.
Belasan jiwa kini terpaksa kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian mereka akibat peristiwa tersebut.
Petugas kepolisian terus melakukan pengamanan di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif bagi warga.
Saat ini, area kebakaran sudah dinyatakan aman sepenuhnya karena proses pendinginan telah selesai dilakukan.
“Menurut keterangan pemilik, bangunan kos, warung, dan bengkel dalam posisi ada penghuninya,” tandas Budi. (*)
Sebelumnya, menurut keterangan Disdamkarmat Berau, didasarkan pada keterangan saksi, kobaran api pertama kali terlihat berasal dari sebuah warung bakso di lokasi tersebut.
Api kemudian merembet dengan sangat cepat ke enam rumah warga yang berada tepat di sebelahnya.
Armada dikerahkan sebanyak 9 unit untuk memadamkan api di luas area 20×25 meter persegi tersebut dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk memastikan api benar-benar padam. (*)

