BERAU TERKINI – Insiden kandasnya kapal wisata jenis Live On Board (LOB) SeiSea di perairan Pulau Maratua pada 19 Juni 2026 mendapat perhatian serius dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb.
Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima, Kapal SeiSea bergerak keluar dari lokasi labuh di Maratua sekitar pukul 08.20 WITA saat kondisi air laut surut dan cuaca disertai angin kencang.
Akibat kondisi tersebut, kapal dilaporkan mengalami kandas di titik koordinat 02°14.888”N – 118°38.387”E.
“Berdasarkan informasi awal dari pihak kapal, saat keluar dari lokasi labuh kondisi air sedang surut dan terdapat angin kencang, sehingga kapal mengalami kandas di lokasi tersebut,” ujar Lister, Selasa (23/6/2026).
Setelah kejadian, proses evakuasi segera dilakukan dengan bantuan sejumlah speedboat milik resort yang berada di sekitar lokasi.
Upaya tersebut berhasil melepaskan kapal dari area kandas, sehingga Kapal SeiSea dapat kembali melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Tarakan.
Meski kapal telah berhasil dievakuasi, KUPP tetap meminta nahkoda dan agen kapal untuk memberikan klarifikasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara.
“Hasil klarifikasi ini nantinya akan dilaporkan ke kami di KUPP Kelas II Tanjung Redeb sebagai bahan tindak lanjut,” terangnya.
Lister menegaskan, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi aktivitas kapal-kapal wisata yang beroperasi di kawasan Maratua dan Derawan.
Menurutnya, diperlukan koordinasi yang lebih intensif antara seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan wisata bahari tetap berjalan sesuai aturan serta tidak menimbulkan dampak terhadap keselamatan pelayaran maupun lingkungan laut.
“Kami menilai perlu dilakukan rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder terkait kegiatan kapal wisata di perairan Maratua dan Derawan guna memastikan seluruh aktivitas kapal wisata berjalan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Insiden kandasnya Kapal SeiSea sendiri menambah sorotan terhadap keberadaan kapal-kapal LOB di kawasan wisata unggulan Berau.
Sejumlah pihak sebelumnya juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap operasional kapal wisata yang beraktivitas di perairan konservasi.
Terutama di wilayah Maratua dan Kepulauan Derawan yang dikenal memiliki ekosistem terumbu karang yang rentan terhadap kerusakan. (*)
