BERAU TERKINI – Pengembangan wisata bahari di Kabupaten Berau tidak cukup hanya mengandalkan keindahan bawah laut. Kesiapan menghadapi kondisi darurat, terutama saat terjadi kecelakaan penyelaman, juga menjadi faktor penting yang perlu diperkuat.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia di kawasan wisata bahari, khususnya pemandu selam atau dive master.
Mereka perlu memiliki kemampuan pertolongan pertama untuk mengantisipasi risiko yang dapat terjadi selama aktivitas penyelaman.
Menurutnya, pemandu selam memiliki peran penting dalam memberikan penanganan awal ketika wisatawan mengalami kondisi darurat. Sebab, aktivitas penyelaman memiliki risiko yang membutuhkan kesiapan dan keterampilan khusus.
“Penyelaman ini merupakan aktivitas dengan risiko menengah hingga tinggi. Karena itu, diperlukan standar penanganan dan kesiapan operasional yang matang,” ujar Lamlay saat pembahasan lintas sektor bersama DPRD Berau, Senin (12/10/2026).

Lamlay menilai, kemampuan pertolongan pertama tidak boleh hanya menjadi pengetahuan tambahan bagi pemandu selam.
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Bantuan Hidup Dasar (BHD) perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan mereka di lapangan.
“Ketika terjadi insiden di lokasi wisata, penanganan awal yang dikuasai oleh dive master sangat menentukan keselamatan korban,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan, penanganan insiden di destinasi wisata bahari memiliki tantangan tersendiri.
Sejumlah lokasi penyelaman di Berau berada di kawasan kepulauan, sehingga kesiapan pertolongan pertama menjadi penting sembari menunggu penanganan medis lanjutan.
Selain meningkatkan keterampilan pemandu, dukungan fasilitas kesehatan juga perlu diperhatikan.
Kesiapan puskesmas di kawasan pesisir menjadi salah satu aspek yang dapat menunjang penanganan kondisi darurat di destinasi wisata.
Menurut Lamlay, peningkatan kompetensi tenaga di lapangan dan penguatan fasilitas kesehatan perlu berjalan beriringan.
Dengan demikian, risiko kecelakaan saat aktivitas wisata bahari dapat diantisipasi melalui sistem penanganan yang lebih siap.
“Ini juga berkaitan langsung dengan warning atau catatan bagi negara asal wisatawan terhadap standar keamanan destinasi kita,” ungkapnya.
Lamlay berharap, peningkatan pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu selam dapat menjadi perhatian bersama.
Upaya tersebut dinilai penting agar pengembangan wisata bahari Berau tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pada perlindungan keselamatan wisatawan.
Dengan kesiapan tenaga terlatih dan dukungan fasilitas medis yang memadai, Berau diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata bahari yang mengutamakan keamanan dan profesionalisme. (*)
