BERAU TERKINI — Kenaikan harga komoditas ikan layang dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu penyumbang inflasi yang cukup signifikan di Kabupaten Berau.

Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Perikanan Berau mulai melakukan berbagai langkah strategis guna menekan angka inflasi pada sektor perikanan, terutama pada ikan layang yang selama ini menjadi komoditas primadona masyarakat.

Salah satu upaya nyata yang dijalankan adalah dengan rutin mengadakan pasar ikan murah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Program ini dirancang khusus untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap protein hewani tanpa terbebani harga pasar yang fluktuatif.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menjelaskan, pasar murah di TPI ini sengaja digelar pada waktu-waktu tertentu sebagai instrumen pengendali harga.

Kehadiran pasar ini diharapkan mampu meredam lonjakan harga yang kerap terjadi di pasar-pasar tradisional.

“Kita mengendalikan fungsi supaya ikan bisa dibeli masyarakat dengan harga terjangkau. Pasar murah ini diadakan pada waktu-waktu tertentu untuk meredam harga yang tinggi di pasar,” jelas Majid.

Selain intervensi harga, Diskan Berau juga mulai memusatkan operasional TPI di wilayah Tanjung Batu guna memudahkan kontrol terhadap volume produksi serta jenis ikan yang mendarat.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pengguna fasilitas, pemerintah memberikan kebijakan khusus berupa diskon biaya pemakaian air dan listrik selama dua bulan bagi para pengelola dan pedagang di lingkungan TPI.

Di sisi lain, Majid juga memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan ekosistem laut yang berdampak langsung pada stok ikan.

Ia menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam melawan segala bentuk praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), terutama aksi pengeboman ikan yang masih menjadi ancaman di perairan Berau.

Guna memberantas praktik destruktif tersebut, Diskan Berau terus memperketat kerja sama dengan pihak kepolisian dan UPTD wilayah setempat untuk melakukan penindakan tegas di lapangan.

Masyarakat nelayan pun diimbau untuk selalu menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan demi menjaga kelestarian laut bagi generasi mendatang.

“Kami menghimbau gunakanlah penangkapan yang ramah lingkungan. Pengeboman itu merugikan diri sendiri dan merusak ekosistem,” pungkasnya. (*)