BERAU TERKINI – Maraknya aksi kriminal bermodus penampakan pocong menjadi perhatian serius Polres Berau.
Guna mencegah aksi itu terjadi di Bumi Batiwakkal, Polres Berau meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Terutama munculnya berbagai informasi yang meresahkan masyarakat belakangan ini.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, mengatakan, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi juga butuh peran aktif seluruh warga.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada, namun jangan panik. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ridho meminta warga kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling secara bergiliran, terutama pada jam-jam rawan di kawasan pemukiman, gang sepi, jalan kebun hingga fasilitas umum.
Selain itu, warga juga diminta memberlakukan kembali tamu wajib lapor 1×24 jam bagi pendatang atau orang yang tidak dikenal di lingkungan masing-masing.
Langkah tersebut penting untuk mempermudah pengawasan lingkungan dan mencegah potensi gangguan keamanan.
Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan penerangan jalan dan lingkungan berfungsi dengan baik, khususnya di titik rawan dan minim pencahayaan.
“Kondisi lingkungan yang terang dapat meminimalisasi peluang tindak kriminal,” jelasnya.
Ridho turut mengingatkan warga agar tidak bertindak sendiri apabila menerima informasi terkait sosok mencurigakan.
Ia meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan aparat atau bergerak bersama warga lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jangan melakukan patroli sendirian dan jangan main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai. Serahkan penanganannya kepada aparat kepolisian,” jelasnya.
Masyarakat juga diminta segera mendokumentasikan dan melaporkan apabila menemukan tindakan yang diduga sengaja menakut-nakuti warga.
Khususnya dengan menyertakan lokasi, waktu kejadian, ciri pelaku, kendaraan hingga bukti video atau foto kepada pihak kepolisian.
“Atau bisa langsung melaporkannya ke layanan 110,” katanya.
Tak hanya itu, pengawasan terhadap aktivitas remaja pada malam hari juga diminta ditingkatkan guna mencegah aksi iseng, prank, maupun konten media sosial yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Ridho menambahkan, penggunaan media sosial secara bijak juga sangat penting agar masyarakat tidak mudah menyebarkan video maupun informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan kepanikan massal di tengah masyarakat,” katanya.
Untuk mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi gangguan kamtibmas, warga diminta mengaktifkan komunikasi cepat melalui grup RT/RW maupun pos kamling.
Selain itu, Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa dan kelurahan diharapkan meningkatkan patroli dialogis dan sambang warga guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Bagi warga yang mampu, Polres Berau juga mendorong pemasangan CCTV di rumah maupun area perumahan secara kolektif sebagai langkah antisipasi tambahan.
“Waspada, jangan panik. Mari bersama menjaga lingkungan tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya. (*)
