BERAU TERKINI – Penumpang SB Mursi Pratama berhasil dievakuasi menggunakan speedboat lain usai rusak dihantam ombak.
Setelah mengalami menit-menit mencekam di tengah laut, akhirnya penumpang speedboat berhasil dievakuasi menggunakan kapal lain.
Untuk diketahui, speedboat SB Mursi Pratama mengalami pecah haluan karena gelombang saat berada di sekitar perairan Sangalaki dan Pulau Semama, yang berisi 12 penumpang, Minggu (17/5/2026).
Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto mengatakan, speedboat tersebut diketahui membawa 12 penumpang saat bertolak dari Tanjung Redeb menuju Maratua.
Namun di tengah perjalanan, bagian depan speedboat mengalami pecah haluan sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
“Awalnya motoris berencana menepi ke Pelabuhan Derawan. Namun setelah dicek anggota kami, speedboat tersebut tidak berada di pelabuhan,” ujar Kapolsek.
Setelah dilakukan komunikasi dengan motoris SB Mursi Pratama, berinisial AR, diketahui posisi speedboat berada di luar perairan Kasai dan memutuskan kembali menuju Tanjung Redeb, Berau.
Karena kondisi kapal tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
AKP Iwan menjelaskan, saat kejadian, seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke speedboat lain untuk menghindari risiko yang lebih besar di tengah laut.
“Semua penumpang dalam keadaan selamat. Mereka sudah dievakuasi menggunakan speedboat lain menuju Tanjung Redeb,” katanya.
Insiden tersebut sempat membuat panik para penumpang, lantaran kerusakan terjadi saat kapal berada di tengah laut.
“Saat proses evakuasi, semua berjalan lancar sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” ujarnya.

Rusak Dihantam Ombak
Sebelumnya diberitakan, sebuah speedboat yang mengangkut 12 penumpang dan kru dari Pulau Maratua menuju Tanjung Redeb mengalami kerusakan serius setelah dihantam ombak di perairan Sangalaki, Minggu (17/5/2026).
Bagian depan kapal dilaporkan pecah akibat terjangan gelombang.
Beruntung, seluruh penumpang dan kru kapal dinyatakan selamat dalam insiden tersebut.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat mengatakan, kapal mengalami pecah pada bagian haluan saat perjalanan dari Maratua menuju Berau.
“Kapal dihantam ombak saat berada di sekitar perairan Sangalaki, sehingga bagian depan kapal pecah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterima pihaknya, terdapat tiga kru kapal yang masih bertahan di kapal untuk melakukan penanganan.
“Sementara seluruh penumpang sudah dipastikan selamat. Ada tiga kru yang masih stay di kapal, rencananya kapal tetap dibawa pelan-pelan menuju Tanjung Redeb,” katanya.
Nofian menambahkan, kondisi cuaca dan gelombang di perairan beberapa hari terakhir memang cukup tinggi, sehingga masyarakat dan operator transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan saat berlayar.
