BERAU TERKINI – Penampilan pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, di hari pertama seri Moto3 Catalunya 2026 sempat mengundang tanda tanya besar bagi para penggemar balap tanah air.

Berstatus sebagai salah satu rookie paling berbahaya musim ini, Veda justru tampil agak “slow” dan tertahan di posisi ke-19 pada sesi latihan yang digelar di Sirkuit Catalunya, Jumat (15/5/2026).

Hasil minor ini memaksa pembalap Honda Team Asia tersebut harus merangkak dari sesi kualifikasi pertama (Q1) demi memperebutkan tiket menuju Q2.

Banyak fans yang khawatir, apakah ada masalah serius pada motor Honda NSF250RW miliknya?

Ternyata, masalahnya bukan pada mesin motor. Veda Ega Pratama akhirnya buka suara dan membeberkan dua biang kerok utama yang menghambat kecepatannya di lintasan.

Pembalap asal Indonesia di Moto3, Veda Ega Pratama. (instagram/@veda_54)
Pembalap asal Indonesia di Moto3, Veda Ega Pratama. (instagram/@veda_54)
  1. Terjebak Suhu Dingin dan Masalah Cengkeraman (Grip)

Faktor pertama yang menyulitkan Veda di sesi pagi (FP1) adalah kondisi cuaca dan temperatur lintasan Sirkuit Catalunya yang tidak bersahabat. Rendahnya suhu membuat ban motor sulit mendapatkan traksi maksimal.

“Hari ini sedikit sulit karena sejak awal kondisi yang ada sangat menyulitkan dengan temperatur rendah dan tidak banyak cengkeraman (grip) yang bisa dirasakan di trek,” ungkap Veda dalam rilis resmi Honda Team Asia.

Akibat hilangnya cengkeraman ban, pembalap asal Gunungkidul ini mengaku sempat kehilangan rasa percaya diri di atas motor pada awal-awal sesi. Beruntung, koordinasi cepat dengan tim mekanik perlahan-lahan mampu memperbaiki performa motornya di sesi siang.

  1. Terjebak Traffic Ketat Saat Time Attack

Ketika masalah grip mulai teratasi di sesi siang, tantangan berikutnya justru datang dari pembalap lain. Saat memasuki menit-menit krusial untuk mencetak waktu terbaik (time attack), Veda justru terjebak dalam kepadatan pembalap (traffic di lintasan.

Dalam balapan kelas Moto3, fenomena berebut angin atau slipstream memang sering membuat sirkuit menjadi sangat padat. Sial bagi Veda, ia tidak mendapatkan ruang yang kosong untuk memacu motornya secara maksimal.

“Sayangnya, saat momen terakhir melakukan attack, saya terkendala banyak pembalap di depan sehingga saya tidak bisa mendapatkan lap yang benar-benar bersih. Jadi posisi akhir bukanlah seperti yang kami harapkan,” keluhnya.

Tetap Optimis Jaga Posisi Top 5 Klasemen Moto3 2026

Meski harus puas menyudahi hari pertama di urutan ke-19, mental baja Veda Ega Pratama sebagai pembalap kelas dunia tetap terlihat. Ia tidak larut dalam kekecewaan dan memilih fokus menatap sesi kualifikasi dan balapan utama.

Apalagi, Veda saat ini tengah menduduki posisi kelima di klasemen sementara Moto3 2026, sebuah prestasi luar biasa untuk seorang pembalap debutan.

“Tetapi, saya tetap berpikir bahwa potensi itu ada dan kami tahu area mana yang bisa kami tingkatkan untuk sesi esok. Target saat ini adalah tampil bagus di kualifikasi pertama, bertarung untuk lolos ke kualifikasi kedua, dan bersiap untuk balapan,” tegas Veda dengan penuh optimisme.

Bagi Anda yang ingin mengawal perjuangan rider masa depan Indonesia ini, pastikan tidak melewatkan aksi Veda Ega Pratama di sesi kualifikasi dan balapan utama Moto3 Catalunya 2026!