BERAU TERKINI – DLHK Berau mengungkapkan besarnya biaya untuk mengangkut sampah, tak sebanding dengan penerimaan retribusi kebersihan.
Persoalan sampah di Berau kian menjadi sorotan, tingginya volume sampah harian ternyata tidak sebanding dengan pemasukan retribusi kebersihan yang diterima pemerintah daerah.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan, produksi sampah di Berau saat ini mencapai 90 hingga 100 ton per hari.
Kondisi itu membuat biaya operasional pengelolaan sampah terus membengkak, terutama untuk kebutuhan bahan bakar armada pengangkut.
“Biaya operasional kita, terutama untuk BBM, mencapai Rp3,5 miliar per tahun. Sementara jika melihat angka retribusi sampah yang masuk, perbandingannya sangat jauh,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Ia menyebutkan, pendapatan daerah dari sektor retribusi kebersihan saat ini hanya berkisar Rp800 juta hingga Rp900 juta per tahun.
Angka tersebut dinilai belum mampu menutup kebutuhan dasar operasional pengelolaan sampah di Berau.
Menurutnya, ketimpangan antara biaya operasional dan pemasukan retribusi, membuat pemerintah daerah harus menanggung beban anggaran yang cukup besar melalui APBD.

Melihat kondisi itu, DLHK Berau mulai mempertimbangkan revisi kebijakan tarif retribusi kebersihan.
Penyesuaian tarif dinilai penting lantaran besaran yang berlaku saat ini dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi lapangan maupun kebutuhan pelayanan.
“Sudah saatnya kita melakukan penyesuaian, karena tarif yang ada sekarang sudah sangat lama tidak diperbarui. Kami sedang mengkaji aturan baru agar pengelolaan sampah bisa lebih mandiri dan maksimal,” katanya.
Selain persoalan pembiayaan, DLHK Berau juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Penerapan konsep reduce, reuse, recycle (3R), dinilai dapat membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Zulkifli Azhari berharap, penyesuaian tarif retribusi nantinya dapat berdampak pada peningkatan pelayanan kebersihan di Berau.
“Saya berharap, dengan adanya penyesuaian tarif nantinya, pelayanan kebersihan di Kabupaten Berau bisa meningkat secara signifikan demi kenyamanan warga,” pungkasnya.
