BERAU TERKINI — Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau terus melakukan langkah masif untuk memperkuat kualitas sinyal di wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan internet secara optimal.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan, saat ini pihaknya telah berhasil menambah titik jaringan di berbagai lokasi, meningkat signifikan dari 1.000 titik menjadi 1.502 titik.

Meskipun progres menunjukkan tren positif, beberapa daerah masih menghadapi kendala kualitas sinyal, seperti pancaran emisi yang kecil hingga minimnya menara penguat.

Terkait pembangunan fisik, Didi menjelaskan adanya perubahan kebijakan di mana saat ini hanya pihak provider yang memiliki kewenangan untuk membangun menara (tower) dan Base Transceiver Station (BTS).

“Nanti strateginya juga kami akan berkolaborasi dengan teman-teman provider untuk memperkuat sinyal. Jadi usulan kami tetap akan melakukan setiap tahun,” ungkap Didi kepada Berauterkini.

Untuk mempercepat proses tersebut, Diskominfo Berau terus melayangkan usulan ke kementerian terkait agar mendorong para operator seluler segera menambah infrastruktur BTS di Bumi Batiwakkal.

Didi menekankan, pada dasarnya seluruh kampung di Berau kini sudah terjangkau jaringan internet.

Bahkan, wilayah pedalaman seperti Kecamatan Kelay dan Segah kini sudah memanfaatkan teknologi Starlink yang terbukti berjalan dengan lancar.

Meski demikian, Didi tidak menampik masih adanya titik-titik tertentu yang belum tersentuh sinyal secara stabil, seperti kawasan sekitar Armed Kilometer 12 arah Samarinda di Kampung Labanan Makarti.

Namun secara administratif, konektivitas di tingkat desa sudah dianggap terpenuhi.

“Kalau kampung sebenarnya alhamdulillah semua sudah. Sudah terjangkau semua,” tegasnya.

Mengenai pembangunan BTS tahun ini, ia menyebutkan prosesnya sudah memasuki tahap konstruksi di bawah kendali pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan bandwidth, pemerintah daerah telah mencatatkan capaian yang melampaui target.

Dari target awal 1.000, kini realisasinya telah menyentuh angka 1.400.

“Kalau penambahan bandwidth atau sewa bandwidth kita sementara sudah selesai karena programnya sudah terlampaui lebih dari 50 persen dari 1.000 jadi 1.400,” jelas Didi.

Peningkatan kapasitas ini juga dirasakan langsung di tingkat kampung.

Pada tahun ini, rata-rata kecepatan bandwidth di masing-masing kampung melonjak dari yang semula hanya 5 Mbps menjadi 30 Mbps. 

Secara keseluruhan, pemenuhan kebutuhan internet di Kabupaten Berau saat ini diperkirakan telah mencapai angka 80 persen.

Sementara sisanya tetap menjadi prioritas utama pemerintah untuk diselesaikan.

“Kalau kami tidak salah laporan dari Kementerian untuk Kabupaten Berau coverage-nya itu sudah 80 persen sebenarnya untuk pemenuhan internet,” pungkasnya. (*)