BERAU TERKINI — Wisata air terjun di Kabupaten Berau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Namun, tantangan utama saat ini terletak pada akses perjalanan menuju lokasi yang cukup menantang.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengategorikan destinasi ini sebagai wisata minat khusus bagi para petualang.

Target pasar utama wisata ini merujuk pada anak-anak muda yang menyukai tantangan alam.

Jalur menuju lokasi masih sangat alami dengan kontur tanah yang naik turun.

Wisata air terjun Nyalimah. (IST)
Wisata air terjun Nyalimah. (IST)

Wisatawan harus siap mendaki gunung dan melewati hutan lebat untuk mencapai titik air terjun.

“Sekarang kan anak muda ada tren namanya wildlife, semacam healing mereka di hutan,” ungkap Samsiah.

Berau memiliki banyak air terjun dengan keindahan yang luar biasa namun aksesnya belum terbuka lebar.

Di Kampung Teluk Sumbang, terdapat Air Terjun Nyalimah dan Ling Kacang yang sangat mempesona.

Sementara itu, Air Terjun Gorila di Kampung Lesan Dayak menawarkan tantangan fisik yang jauh lebih berat.

Pengunjung harus menempuh tiga jam perjalanan kaki melewati hutan untuk mencapai Air Terjun Gorila.

Stamina yang kuat sangat dibutuhkan karena jalur trekking yang masih sangat liar.

Sebaliknya, Air Terjun Nyalimah hanya memerlukan satu jam berjalan kaki dari titik terdekat di desa.

“Paling dekat Nyalimah ya dari jalan paling dekat, cuma perjalanan cukup jauh ke sana,” jelasnya.

Bagi warga yang mencari lokasi terdekat, Air Terjun Tembalang di Kecamatan Segah menjadi pilihan tepat. 

Perjalanan darat, naik perahu, hingga menembus hutan hanya memakan waktu sekitar satu jam. 

Hingga saat ini, destinasi Tembalang dan Nyalimah merupakan yang paling aktif dikunjungi wisatawan.

Pemerintah daerah telah membangun berbagai fasilitas atau amenitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung.

Di Tembalang, kini tersedia gazebo, toilet, serta jembatan penghubung yang lebih aman bagi pejalan kaki.

Sebelumnya, warga hanya menggunakan batang pohon untuk menyeberangi aliran air di lokasi tersebut.

Pembangunan serupa juga dilakukan di Air Terjun Nyalimah demi menarik lebih banyak minat pelancong.

Jalur trekking telah diperbaiki dan dilengkapi dengan jembatan serta spot swafoto yang menarik.

Keberadaan toilet juga menjadi prioritas utama untuk menjaga kebersihan di area wisata alam tersebut.

Samsiah memuji peran aktif pengelola lokal, terutama di Air Terjun Tembalang, dalam merawat area wisata. 

Para pengelola rutin melakukan gotong-royong untuk membersihkan jalur trekking demi kenyamanan tamu. 

Dedikasi masyarakat lokal ini sangat penting untuk menjaga daya tarik wisata minat khusus di Berau.

“Pengelolanya aktif memberikan fasilitas, walaupun trekking tapi areanya selalu dibersihkan secara gotong-royong,” pungkasnya. (*)